Indeks

Kasih Sayang Tanpa Batas: Pengasuh Yayasan Peduli Kasih KNDJH Dalami Konsep Gentle Parenting

Para pengasuh pun diajarkan untuk lebih mendengarkan anak dan memberikan mereka ruang untuk mengekspresikan perasaan tanpa rasa takut akan dihukum atau dimarahi. Psikolog yang menjadi narasumber juga menekankan pentingnya memahami latar belakang emosional anak-anak dan memberikan contoh kasus yang relevan untuk membantu pengasuh dalam merespons perilaku anak secara efektif.

Mengasuh anak-anak yang memiliki latar belakang kehidupan yang sulit tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Banyak anak yang mengalami trauma emosional atau kehilangan, yang mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka. Di yayasan seperti Yayasan Peduli Kasih KNDJH, di mana anak-anak diasuh dalam lingkungan yang mendukung pemulihan mereka, pengasuh berperan penting dalam membentuk masa depan anak-anak ini.

Psikolog yang memimpin sesi ini juga menyoroti pentingnya stabilitas emosional dan ketenangan dari pengasuh. “Anak-anak belajar dari orang dewasa di sekitar mereka. Jika pengasuh mampu menghadapi stres dengan tenang dan memberikan contoh positif, anak-anak akan cenderung meniru perilaku tersebut. Sebaliknya, jika mereka sering kali melihat reaksi emosional yang negatif, anak-anak akan menyerap hal tersebut sebagai respon yang normal,” paparnya.

Oleh karena itu, gentle parenting tidak hanya berfokus pada perilaku anak, tetapi juga menuntut pengasuh untuk mengelola emosi mereka sendiri dengan baik. Pengasuh diharapkan dapat menjadi role model yang baik bagi anak-anak dalam hal mengelola konflik dan tekanan sehari-hari.

Sharing Session ini diakhiri dengan diskusi kelompok kecil, di mana pengasuh dan psikolog bersama-sama mencari solusi untuk situasi-situasi yang kerap muncul di yayasan. Beberapa masalah yang dibahas meliputi cara menangani perilaku agresif, anak yang mengalami kesulitan tidur, serta bagaimana mendampingi anak dalam mengembangkan rasa percaya diri. Hasil diskusi ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pengasuh dalam menghadapi tantangan pengasuhan di masa mendatang.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk terus mendukung peningkatan kualitas pengasuhan di Yayasan Peduli Kasih KNDJH melalui pendekatan yang ilmiah dan empatik. Supervisor Setting Yayasan Peduli Kasih KNDJH, dalam penutupannya, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada kelompok praktikum dan Universitas Muhammadiyah Malang atas kontribusi mereka dalam kegiatan ini. “Kami berharap, kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung secara berkala, karena memberikan manfaat yang sangat besar bagi para pengasuh dalam mendampingi anak-anak kami. Pola asuh yang baik adalah kunci untuk membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang sehat secara emosional dan mental,” ujarnya.

Program Sharing Session ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah dirancang oleh kelompok praktikum. Selain Sharing Session, kelompok ini juga telah melaksanakan kegiatan edukasi melalui program Edu Fun, yang menggabungkan kegiatan bermain dan belajar bagi anak-anak di yayasan. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata pentingnya peran pendidikan dan dukungan komunitas dalam membantu tumbuh kembang anak-anak di bawah asuhan Yayasan Peduli Kasih KNDJH. (*)

Exit mobile version