Kapolresta Malang Kota Sesalkan Aksi Demo Damai Disusupi Aksi Anarkis

85
0
KETERANGAN: Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr. Leo Simarmata didampingi Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Ferdian Primadona.

Kota Malang, Memox.co.id – Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr. Leonardus Simarmata, S.sos, S.I.K.MH sangat menyesalkan aksi demo damai yang digelar Aliansi Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (GEMPUR) disusupi aksi anarkis yang dilakukan sekumpul pemuda asal Papua, Senin (08/03/2021).

Awalnya, aksi demo damai yang digelar GEMPUR di sekitar Stadion Gajayana, Kota Malang menuju Balai Kota Malang berjalan damai. Sebelum massa GEMPUR datang, puluhan massa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) serta Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) sudah berkumpul di dekat Stadion Gajayana.

Baca Juga : Polresta Malang Kota, Tahan Dua Tersangka Perusakan Mobil Dinas Polisi

Saat massa GEMPUR mendekati Stadion Gajayana, massa AMP dan IPMAPA bergerak dan membentangkan spanduk. Melihat pergerakan dari massa AMP dan IPMAPA yang ingin melakukan orasi berangsur-angsur, massa dari GEMPUR membubarkan diri. Sedangkan massa AMP dan IPMAPA tetap berorasi.

Sebagai orang nomor satu di jajaran kepolisian Polresta Malang Kota, Kombes Pol Dr. Leo Simarmata sangat menyesalkan kejadian ini. Sebenarnya permohonan demonstrasi tersebut adalah peringatan International Women’s Day yang diperingati setiap tanggal 8 Maret.

KOORDINASI: Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr. Leo Simarmata saat berkoordinasi dengan perwira jajaran dan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Ferdian.

Aksi anarkis yang dilakukan beberapa anak muda asal Papua ini jelas didepan mata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leo. Selain tidak mengantongi STTP kelompok, aksi ini juga melanggar PROKES. Akan tetapi dalam pengamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr. Leo Simarmata secara profesional dan proporsional dengan mengedepankan polwan.

Sangat disayangkan di masa pandemi dengan status wilayah Kota Malang melaksanakan PPKM mikro ini para pengunjuk rasa masih melakukan kegiatannya. Kendatipun sudah diperingatkan berkali-kali oleh gugus tugas (Satpol PP dan TNI), mereka masih memaksa bahkan membentangkan spanduk.

Baca Juga : Kapolresta Malang Kota Ingin Santri Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid-19

Sebetulnya Polisi sudah memberikan cukup waktu yakni 15 menit dengan menghimbau untuk membubarkan diri. Namun situasi semakin tidak kondusif ketika peserta aksi ada yang berontak ketika diminta untuk menaiki truk. Berujung pada salah satu peserta aksi dari kelompok AMP menendang kaca truk hingga pecah serta mengakibatkan satu anggota polisi terluka.

Mengetahui situasi yang tidak kondusif tersebut, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr. Leo Simarmata langsung memberikan instruksi untuk mengambil tindakan tegas dan terarah. Dengan mengamankan para peserta aksi yang jelas melakukan perbuatan-perbuatan melawan hukum. (fik)