Hukum  

Kapolres Malang: Mahasiswa Ujung Tombak Perubahan Bangsa

DIALOG BERSAMA: Kapolres Malang AKBP Bagoes saat menggelar dialog bersama dengan perwakilan mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan.

Kapolres Malang Dialog Bersama Mahasiswa Sarana Informasi antara Polri dan Mahasiswa

Malang, Memox.co.id – Sinergitas kepolisian Polres Malang bersama mahasiswa digelar dalam bentuk dialog bersama Kapolres Malang bersama perwakilan organisasi kemahasiswaan, bertempat di Gedung Sanika Satyawada, Kamis (17/02/2022).

Program Diagram atau dialog bersama dengan perwakilan mahasiswa maupun milenial dari berbagai organisasi dan Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM menindaklanjuti atas arahan dan atensi Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Adapun yang datang dalam kegiatan tersebut antara lain BEM Unira Malang, BEM UM dan BEM STIKES Kepanjen.Sedangkan organisasi kemahasiswaan yang hadir diantaranya, HMI Cabang Malang, PMII Kabupaten Malang, PMKRI dan IMM.

Termasuk berbagai tokoh. antara lain, Ketua Dewan Pembina DPC GPK Kabupaten Malang, Muhlis Ali, Ketua Milenial Utas, Zulham A Mubarok dan Ketua LTN NU Kabupaten Malang Yatimul Ainun.

TANYA JAWAB: Kegiatan dialog bersama dengan mahasiswa diisi dengan saling tanya jawab.

Dalam dialog bersama mahasiswa tersebut, Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono menyampaikan, Diagram merupakan salah satu program Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta sebagai sarana komunikasi antara kepolisian dengan mahasiswa maupun aktivis di wilayah Jawa Timur khususnya Kabupaten Malang.

“Perlu diketahui mahasiswa merupakan penancap tombak peradaban yang berfungsi sebagai kontrol sosial di masyarakat. Termasuk memberikan kritik yang membangun selain sebagai ujung tombak perubahan yang peduli terhadap bangsa maupun daerahnya,” ujarnya.

AKBP Bagoes juga meminta agar dalam penyampaian kritik atau saran yang dilakukan mahasiswa sebaiknya dilakukan dengan elegan. “Aksi unjuk rasa dengan massa yang cukup banyak dalam menyuarakan pendapat di muka umum. Dimana hal ini membuat masyarakat resah karena mengganggu kehidupan sosial, maka kiranya dapat dilakukan dengan cara intelek seperti dialog interaktif,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Pembina DPC GPK Kabupaten Malang, Muhlis Ali. Dirinya berharap mahasiswa saat ini semakin cakap dalam menyampaikan aspirasinya.

“Adik-adik Mahasiswa harus membekali diri dengan banyak membaca, komunikasi dan diskusi, karena semua melalui proses dalam pembentukan diri dan tidak instan,” ungkapnya. (*)