MemoX.co.id
Pasca digelarnya Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada 17 April 2019 lalu, banyak isu-isu dan spekulasi-spekulasi yang muncul, dimana hal tersebut dikhawatirkan dapat memprovokasi beberapa masyarakat atau golongan karena masih belum tentu kebenarannya. Beberapa pihak juga mengatakan hal tersebut hanya sebuah spekulasi yang merujuk pada ketidakpuasan pendukung salah satu calon terhadap hasil perhitungan suara sementara.
Untuk itu, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengimbau kepada seluruh elemen pendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) serta masyarakat agar tidak mudah terporvokasi terhadap berita-berita hoax yang telah banyak tersebar di media massa maupun media sosial (medsos).
“Kami percaya, pendukung kedua pasangan Capres lebih mnegedepankan kedamaian. Selain itu masyarakat khususnya di Kabupaten Mlaang memiliki kedewasaan berpoitik dan berdemokrasi yang baik dan penuh kekeluargaan. Hal itulah yang menciptakan suasana Pemilu aman, lancar dan tertib,” kata Ujung, Rabu (15/5), kepada wartawan.
Selain isu akan adanya aksi people power yang belum lama ini ramai beredar, salah satu isu yang juga sempat menjadi pembicaraan adalah tentang penyebab meninggalnya beberapa anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Perlindungan Masyarakat (Linmas), serta personel kepolisian saat menjalankan tugas pada proses Pemilu 2019. Kabar duka tersebut dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan menyebut penyebab kematian beberapa KPPS, Linmas dan personel kepolisian adalah bukan karena sakit dan kelelahan.
Beberapa pihak juga menyayangkan kabar tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Danis Tri Maharani (28), pihak keluarga dari salah satu anggota Linmas Subagyo yang meninggal dunia saat bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 24 Desa Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Gadis yang akrab disapa Danis ini berharap agar masyarakat dan pendukung pasangan capres tidak membuat berita-berita yang kurang dpaat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terlebih terkait meninggalnnya seluruh personel yang bertugas dalam penyelenggaraan Pemilu.
“Bapak meninggal dunia, pada 21 April 2019, karena sakit, sebab telah memiliki riwayat penyakit jantung. Dan bapak sendiri saat meninggal dunia di rumah, tidak sempat dibawah ke rumah sakit. Sehingga dengan meninggalnya bapak saya ini, jangan dihubung-hubungkan dengan politik,” ujar Danis.
Danis juga mengaku, jika ayahnya memiliki riwayat penyakit jantung. Dan saat serangan jantung yang kedua, barulah ayahnya meninggal. “Kematian manusia itu rahasia Ilahi, kita semua tidak mengetahui kapan kita mati. Sehingga kematian bapak saya ini jangan diseret-seret pada persoalan politik, kasihan bapak,” ujarnya.
Disisi lain, dia mengaku, jika dengan meninggalnya orang tuanya, ia telah menerima Piagam Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur (Jatim) Hj Khofifah Indar Parawangsa, yang diberikan di Kantor Grahadi Surabaya, pada 25 April 2019. Piagam tersebut diberikan kepada ahli waris, sebagai bentuk penghormatan jasa-jasa seluruh personel Penyelenggara/Petugas Pengamanan Pemilu 2019.
“Selain Piagam Pengharagaan yang diberikan, Gubernur Jatim juga memberikan santunan atas meninggalnya bapak saya, yang sebelumnya sebagai anggota Linmas untuk mengamankan jalannya Pemilu 2019,” pungkasnya. (kik/jun)
Kapolres Malang Jangan Terprovokasi Berita Hoax Pasca Pemilu






