Beranda Kriminalitas Kajari Sampang Warning Kades Nakal Soal Realisasi BLT DD

Kajari Sampang Warning Kades Nakal Soal Realisasi BLT DD

34
0
KETAT : Kajari Sampang, Maskur memberikan bantuan sembako di tengah Covid-19.

Sampang, Memox.co.id – Realisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menjadi atensi penegak hukum. Kepala Kejaksaan Negeri setempat, Maskur, mengingatkan dana yang bersumber dari Dana Desa (DD) itu berpotensi pidana.

Peringatan itu disampaikan kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Sampang. Sebab anggaran dari desa untuk bantuan tersebut rawan terjadi penyelewengan.

“Kami minta kepada seluruh Kades di Kabupaten Sampang agar merealisasikan dana itu sesuai aturan. Sebab ketentuannya sudah diatur agar tidak terjadi tindak pidana, ” ucapnya.

Maskur menjelaskan, realisasi BLT yang bersumber dari DD sudah ada regulasinya. Sehingga, jika terjadi hal-hal yang menyimpang, sebagai penegak hukum Kejari setempat akan bertindak.

Menurutnya, dalam petunjuk tekhnis sudah jelas peruntukannya. Sehingga, tahapan pendataan penerima bantuan hingga jumlah nominal bantuan sudah diatur. “Kepala desa harus mampu merealisasikan dengan baik. Bukan malah mencari keuntungan dalam realisasi DD, ” tegasnya.

Dia menambahkan, Kejari Sampang berkewajiban melakukan pengawasan. Sehingga tidak terjadi penyelewengan anggaran yang diperuntukkan khusus Covid-19 tersebut.

“Laksanakan program dengan baik dan benar. Jika ada yang berusaha menyalahgumakan anggaran, kami akan proses hukum, “

Terpisah, Bupati Sampang Slamet Junaidi juga memperingatkan seluruh kepala desa di wilayahnya agar tidak main-main dengan realokasi DD. Khususnya dana yang dialokasikan untuk penanganan covid-19.

Mantan DPR RI itu menegaskan jika ada kepala desa yang nakal maka akan dilaporkan ke penegak hukum.

“Kalau ada kepala desa yang terbukti menyalahgunakan dana penanganan virus corona ini, akan kami penjarakan. Jika tidak percaya silakan dibuktikan, saya tidak main-main,” imbuhnya. (fat/ono)