Jatim Bakal Tidak Hujan 2 Bulan

71
0

Khofifah Siapkan Langkah Antisipasi Kemarau Panjang

Surabaya, Memox.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyikapi serius Identifikasi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) yang menyebut kemarau panjang diprediksi bakal membuat Jawa Timur tidak hujan selama 60 hari. Pihaknya kian merapatkan barisan dan menggandeng stakeholder serta lintas sektor untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan distribusi ke daerah yang berpotensi terdampak berat.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (2/7/2019). Ia mengatakan bahwa internal Pemprov sudah melakukan koordinasi intens terkait penyiapan kemarau panjang.

Namun rapat lintas sektor bakal diperluas dengan melibatkan TNI, Polri serta sektor privat intdustri untuk bersama-sama menghadapi kemarau panjang dan melakukan antisipasinya.

Memang ini yang terus menerus kita komunikasikan. Saya minta ke Sekda untuk mempersiapkan kemarau panjang. Karena identifikasi BMKG 60 hari ke depan di Jawa Timur tidak akan turun hujan,” ucap Khofifah.

Pihaknya akan mengundang TNI dan Polri untuk bisa diajak bersinergi membantu penyediaan air bersih, menyalurkan mobil mobil tangki air agar bisa sampai ke daerah yang kesulitas air bersih.

Sebab berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur juga bakal ada sekitar 500 desa di 24 kabupaten di Jawa Timur yang berpotensi mengalami kekeringan. Terutama di puncak kemarau pada bulan Agustus mendatang.

“Kami juga ingin mengundang para pelaku bisnis di Jawa Timur untuk bisa membantu suplai air bersih terutama di daerah dimana perusahaan mereka di jalankan,” kata Khofifah.

Misalnya perusahaan di wilayah Pasuruan maka mereka akan membantu desa desa di Pasuruan yang mengalami kekurangan air. Begitu juga di Tulungagung, Jember, Situbondo dan kawasan yang lain.

Selain itu, Khofifah Indar Parawansa meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera mendistribusikan air bersih untuk mengatasi kekeringan selam musim kemarau. Untuk itu, pihaknya telah mengkoordinasikan dengan beberapa OPD untuk penyaluran air bersih maupun untuk mengatasi kekeringan secara keseluruhan.

“Saya telah meminta kepada OPD khususnya BPBD untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. Apalagi, curah hujan di hampir seluruh wilayah Jatim sudah sangat jarang,” demikian disampaikan Khofifah sapaan akrab Gubernur Jatim saat dikonfirmasi di Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan No. 110, Surabaya.

Pemprov Jatim juga menyiapkan strategi untuk mengatasi kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah Jatim dengan menggandeng pemerintah kabupaten dan kota. Hal ini penting dilakukan untuk mempercepat penangangan kekeringan yang sudah terjadi ataupun memetakan daerah dan desa yang rawan bencana kekeringan.

“Saya minta bupati dan wali kota agar siap siaga pada musim kemarau ini. Apalagi, berdasarkan informasi dari BMKG bulan Juni ini sudah masuk musim kemarau dan puncaknya pada Agustus mendatang,” pungkasnya. (ace/jun)