Jaga ZEE, Menhan Setujui Kapal Bakamla Dipersenjatai Kanon Reaksi Cepat

92
0
OMPONG: Selama ini kapal Bakamla hanya mengandalkan meriam air. (dok.bakamla)

Jakarta, Memox.co.id – Seringkali kewalahan saat hendak menangkap kapal nelayan asing di ZEE, utamanya yang dikawal oleh China Coast Guard (CCG), memaksa Bakamla untuk mempersenjatai kapal-kapal patrolinya.

Selama ini kapal patroli Bakamla hanya dilengkapi dengan water cannon, berbanding dengan kapal CCG yang umumnya dipersenjatai meriam 100 mm. Tentunya kondisi timpang tersebut membuat kapal CCG begitu percaya diri menantang kapal-kapal milik Bakamla.

Namun, belum lama ini ada kabar baik untuk Bakamla, dikutip dari laman cnnindonesia.com (30/12/2020), Kepala Bakamla Laksamana Madya Aan Kurnia mengatakan pihaknya kini sudah bisa membeli dan menggunakan senjata untuk tugas mengamankan perairan RI.

Jenis kanon reaksi cepat seperti inilah yang nantinya dipasang di kapal patroli Bakamla.

Aan Kurnia berujar Bakamla sudah secara resmi memperoleh izin penggunaan senjata dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sejak bulan Agustus 2020.

“Kemarin saya menghadap Menhan langsung, aturan-aturannya kita lihat lagi, ternyata boleh dan alhamdulillah bisa. Tahun ini kita kerjasama dengan PT Pindad dan langsung pasang senapan mesin berat kaliber 12,7 mm dan lain sebagainya,” ujar Aan Kurnia.

Adopsi senjata kanon reaksi cepat untuk kapal patroli Bakamla tentunya akan memberi efek deteren bagi kapal-kapal asing yang nekat mencuri hasil laut Nusantara. (*fik)