INOVASI Jatim Bantu Masker untuk Lembaga Pendidikan se-Kabupaten Probolinggo

  • Bagikan
Bupati Tantri usai penandatanganan serah terima bantuan masker sekaligus surat pernyataan oleh Provincial Coordinator INOVASI Jawa Timur.

Probolinggo, Memox.co.id – Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Jawa Timur melakukan silaturahim sekaligus memfasilitasi ketersediaan masker untuk mengantisipasi penularan virus Covid-19 di lembaga pendidikan se-Kabupaten Probolinggo, di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Rabu ( 23/6/3021).

Silaturahim Tim INOVASI Provinsi Jatim yang dipimpin oleh M. Adri Budi selaku Provincial Coordinator INOVASI Jawa Timur tersebut disambut oleh Bupati Probolinggo, Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Fathur Rozi dan 3 (tiga) orang perwakilan kepala sekolah se-Kabupaten Probolinggo yang menerima bantuan masker.

Bupati Probolinggo, Hj. P. Tantriana Sari, SE serta Kepala Dinas Pendidikan, Fathur Rozi menyerahkan ratusan ribu masker yang berasal dari Tim Koordinator INOVASI tersebut secara simbolis kepada perwakilan kepala sekolah dari Kecamatan Tegalsiwalan disaksikan para pengawas di Kecamatan Tegalsiwalan.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan serah terima bantuan masker sekaligus surat pernyataan oleh Provincial Coordinator INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi disaksikan oleh Bupati Probolinggo Hj. Tantriana Sari, SE.

Bantuan masker tersebut berjumlah 242.952 buah yang diperuntukkan bagi 623 lembaga di satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) dengan rincian 74.284 masker untuk siswa dan 6.700 masker untuk guru/tenaga pendidik dalam mendukung kesiapan tatap muka terbatas di tahun ajaran 2021/2022 dan mendukung protokol kesehatan yang harus tetap berlaku di sekolah.

Bupati menjelaskan, ini merupakan sebuah apresiasi bagi INOVASI Jawa Timur yang telah mendukung dan memperkuat sistem pendidikan di Kabupaten Probolinggo dengan segala tantangan dan dinamika yang dihadapi.

“Bentuk kolaborasi Pemkab Probolinggo khususnya Dinas Pendidikan Probolinggo dengan INOVASI Pendidikan Jatim bahwasannya banyak yang harus kita berikan pendekatan dalam hal kreatifitas dan inovasi,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, salah satu permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Probolinggo adalah kekurangan guru dan luasnya wilayah, sehingga pendekatan yang dilakukan salah satunya adalah sistem multi grade yang terus dikembangkan dibeberapa lembaga.

“Ini sebuah tuntutan yang harus diselesaikan di tengah-tengah pandemi Covid-19. Satu hal yang menjadi keprihatian kita dalam situasi pandemi ini adalah dapat merubah aspek kehidupan dan pola interaksi, bahkan juga merubah sektor pendidikan,” jelasnya.

Sementara, Provincial Coordinator INOVASI Jawa Timur, M. Adri Budi menyampaikan, program INOVASI ini adalah program yang mendukung kebijakan Pemerintah. “Tentunya INOVASI Jatim memperhatikan terhadap kesehatan anak didik di sekolah dengan mematuhi protokol kesehatan yaitu salah satunya menyiapkan pelindung diri berupa masker untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka nantinya,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Fathur Rozi mengungkapkan, dalam situasi saat ini para anak didik telah mengalami liburan sekolah dan dimulai pada bulan Juli. Sedangkan dimulainya proses pembelajaran baru di bulan Juli nantinya ada banyak hal yang akan menjadi pertimbangan.

“Jika pandemi Covid-19 terus mengalami peningkatan tentunya akan dilakukan pembelajaran di rumah secara online dan apabila situasi ini dapat dikendalikan di daerah-daerah tertentu dilakukan offline,” katanya. (geo/mzm)

  • Bagikan