Terlebih lagi, Fitriawati mengaku, ketiga program mengacu isu-isu strategis nasional, termasuk pengendalian inflasi, penanganan kemiskinan ekstrim, masalah stunting, kekeringan (El Niño), pengamanan pangan, dan beberapa program lainnya.
Selain itu, gerakan pangan murah diutamakan warga Kota Probolinggo. Bagi masyarakat yang berminat membeli, diminta membawa fotocopy KTP. Masing-masing berhak membeli 1 sak beras.
“Awalnya pengunjung dijatah 2 sak beras 5 kg, tapi melihat membludaknya pengunjung yang datang, maka setiap orang dibatasi 1 sak beras 5 kg, dengan alasan pemerataan,” tuturnya.
Seorang pengunjung, Susiawati, warga Jalan Cokroaminoto Kelurahan Kanigaran Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo mengaku senang dan merasa sangat terbantu adanya gerakan pangan murah tersebut. Bahkan, berharap tetap ada untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, senang karena harga beras Rp 51 ribu. Kalau di pasaran harganya Rp.60 ribu. Gerakan pangan murah harus tetap ada, sehingga bisa membantu warga,”pungkasnya. (hud/ono).






