Beranda Peristiwa HUT ke 74 Bhayangkara, GNPK Minta Polri Profesional di Pilkada Serentak 2020

HUT ke 74 Bhayangkara, GNPK Minta Polri Profesional di Pilkada Serentak 2020

37
0
Ketua GNPK Jawa Timur, Mariyadi SH MH.

Surabaya, Memox.co.id – HUT ke-74 Bhayangkara Polri  dinilai Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Timur, Mariyadi SH MH,  menjadi momentum Polri untuk semakin lebih baik.   Anggota Tim  Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam ini berharap agar Polri dapat menjaga kinerjanya dalam menjaga ketertiban masyarakat. Baik menghadirkan keamanan maupun penegakan hukum di Indonesia.

“Saya ucapkan selamat atas HUT ke-74 Polri , tentunya kita berterima kasih atas kinerja Polri selama ini, baik dalam rangka menjaga ketertiban masyarakat, menghadirkan keamanan maupun dalam proses penegakan hukum,” ungkap Mariyadi,  Selasa (30/6/2020).

Selama ini, lanjutnya, pihaknya sebagai mitra kerja sudah memberikan dukungan kinerja dengan sangat baik.  Polri menurutnya harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin dan harus dioptimalisasi untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

“Harapan saya, Polri akan semakin profesional, artinya semua langkah yang dilakukan sesuai dengan aturan yang ada. Setiap kerja yang dilakukan telah sesuai dengan protap atau SOP yang dimiliki,” jelasnya.             

Selain itu, Polri harus selalu menjaga independensinya artinya, Polri bekerja atas jati dirinya, bukan karena pengaruh pihak lain. “Di sini juga berarti Polri harus menjaga netralitasnya, dalam menjalankan tugas Polri tidak boleh berpihak kepala kelompok tertentu atau pihak tertentu,” imbuhnya.

Menjelang pilkada serentak akhir tahun ini, independensi Polri tentunya menjadi salah satu tantangan tersendiri. Bagaimana seluruh aparat menjaga netralitas di tengah percaturan politik yang menurutnya akan menjadi penilaian masyarakat.

 Oleh karena itu, sikap netral dan independen dalam Pilkada harus diteguhkan selalu kepada para personel Polri. “Apalagi dalam penegakan hukum. Apa yang dilakukan Polri harus benar-benar semata-mata untuk Pro Justicia atau penegakan hukum,” jelas Mariyadi putra kelahiran Jember ini.

“Jangan sampai ada penegakan hukum karena pesanan, rasa sungkan atau pamrih tertentu. Jangan sampai hukum dibuat tajam kepada salah satu pihak dan tumpul kepada pihak lain, ini tidak boleh,” tambahnya.

Selain itu, selama pandemi dan era new normal, Polri harus mengedepankan keselamatan personelnya.  Oleh karenanya, dukungan APD untuk petugas di lapangan harus dikedepankan.

Selain itu, layanan-layanan yang diberikan oleh Polri seperti SIM, STNK, ataupun SKCK. Berbagai layanan tersebut perlu ditata dengan baik, sehingga akan aman terhadap Covid-19.

“Ini salah satu tantangan lain saat HUT ke-74 Polri. Selali lagi selamat untuk Polri, semangat selalu mengabdi untuk negeri,” tutupnya. (jun)