Hasil Rapid Test 249 PMI Asal Malaysia Negatif Covid-19

BURUH TERANCAM PHK. Sejumlah buruh pabrik tekstil tengah mengerjakan pakaian di PT. Sandang Asia Maju Abadi, Semarang, Rabu (8 Juli 2015). Krisis ekonomi dunia yang belum juga berakhir, jelang Lebaran buruh di Jawa Tengah terancam PHK. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah mencatat, buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama 2015 sudah mencapai 1.091. KORAN SINDO/Budi Arista Romadhoni

Surabaya, Memox.co.id  – Sebanyak 249 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru tiba dari Malaysia jalani rapid test oleh petugas kesehatan dari Pemprov dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya setibanya di Bandara Juanda Sidoarjo, Rabu (15/04/2020).

Masing-masing PMI yang tiba di Juanda dilakukan pendataan alamat tujuan kampung halaman, dicek suhu tubuhnya dan dilakukan pemeriksanaan klinis. Baru setelah itu setiap PMI diambil sampel darahnya untuk diuji dalam rapid test.

“Ini menjadi perlakuan standar yang kita terapkan pada setiap PMI yang pulang ke Jawa Timur. Kita ingin memberikan perlindungan dan rasa aman pada masyarakat terutama masyarakat yang menjadi tujuan pulang para PMI ke kampung halaman ,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Hasil dari rapid test semua PMI dinyatakan negatif, selanjutnya para pekerja migran ini diberi gelang penanda sebelum kembali ke daerah masing-masing.

“Tujuannya gelang penanda ini adalah untuk memberikan screening berlapis,” imbuh Gubernur Jatim.

Namun meski sudah diantar ke kampung halaman, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa mereka tetap dalam pemantauan. Baik oleh puskesmas setempat dan juga kelurahan.

Setelah tiba di kampung halaman, Gubernur Khofifah mengingatkan, para PMI yang sudah menjalani rapid test dan hasilnya negatif bukan berarti mereka lalu bebas boleh keluar rumah. Mereka tetap dianjurkan untuk tetap di rumah, menjaga physical distancing dan juga mengenakan masker jika keluar rumah selama wabah Covid-19. (hum/fik)