Harmoni Edukatif: Mahasiswa PMM UMM Siap Gelar Sosialisasi Bersama SD Negeri Tegalgondo

Mahasiswa PMM UMM Gelar Sosialisasi Bersama SD Negeri Tegalgondo
Mahasiswa PMM UMM Gelar Sosialisasi Bersama SD Negeri Tegalgondo

MEMOX.CO.ID – Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib dilakukan bagi semua mahasiswa yang sedang aktif di universitas tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh  kelompok 21 gelombang 6 pada tanggal 19 januari 2024 PMM ini menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk menyalurkan berbagai kegiatan positif kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Anggota kelompok tersebut terdiri dari M. Izza Nur Rahman, Dewi Himmatul Azizah, Liska Ambarwati, Giza aviv Mustawafi, dan Diah Ayu Ika Romadhona, yang berasal dari program studi sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang serta dibimbing oleh Bapak M. Aan Sugiharto. M. Sosio,  selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Pembatasan gadget bukanlah hambatan, melainkan kunci untuk membuka potensi calistung anak

Penting untuk memahami bahwa pembatasan gadget merupakan upaya strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang fokus dan produktif. Dengan membatasi waktu penggunaan gadget, anak dapat lebih fokus pada kegiatan belajar dan mengembangkan keterampilan akademisnya.

Melibatkan orang tua, guru, dan anak adalah kunci keberhasilan dalam pembatasan gadget, mereka dapat menciptakan atmosfer yang mendukung perkembangan belajar anak. Orang tua, dapat memberikan panduan yang seimbang, guru dapat memberikan dukungan di sekolah, dan anak dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Penerapan pembatasan gadget bisa dilakukan di rumah, sekolah, dan tempat-tempat belajar lainnya. Jangan hanya membatasi di satu lingkungan saja, melainkan konsisten menjalankannya di berbagai situasi. Ini akan membantu anak menginternalisasi kebiasaan pembelajaran yang seimbang.

Dengan penggunaan gadget yang terkontrol, anak dapat lebih fokus pada pembelajaran formal dan meningkatkan kualitas pekerjaan sekolah mereka. Pembatasan gadget memungkinkan mereka untuk lebih mendalami materi, berlatih, dan menciptakan hasil yang lebih baik dalam ujian dan tugas.

Dengan kesadaran akan pentingnya pembatasan gadget, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan akademis anak-anak. Meningkatkan calistung tidak hanya tentang seberapa banyak informasi yang dimiliki anak, tetapi juga sejauh mana mereka dapat menerapkan pengetahuan tersebut dengan baik.

Apa saja yang disiapkan?

Persiapan sosialisasi menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan momen berkesan. Dengan tujuan yang jelas, pemahaman mendalam terhadap para wali murid, serta pemahaman tentang materi yaitu pembatasan penggunaan gadget guna meningkatkan kemampuan calistung, acara dapat dibangun sebagai pengalaman yang tak terlupakan. Memilih format acara yang dinamis dan memberikan pemateri yang dapat menarik perhatian wali murid dan juga yang menginspirasi akan menambah daya tarik. Penting juga untuk melibatkan wali murid melalui interaksi yang menyenangkan, sehingga acara bukan hanya memberikan informasi tetapi juga menciptakan ikatan yang kuat di antara para hadirin. Evaluasi setelah acara merupakan langkah penting untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas persiapan sosialisasi .

Dalam mengakhiri perbincangan tentang persiapan sosialisasi, semangat dan dedikasi mahasiswa PMM UMM benar-benar terpancar sebagai pendorong keberhasilan acara mendatang. Kreativitas yang tercurah dalam setiap langkah persiapan menjelma menjadi janji akan sebuah sosialisasi yang tak hanya informatif tetapi juga penuh kehangatan. Mahasiswa PMM UMM Gelombang 6 kelompok 21 telah menunjukkan bahwa persiapan bukan sekadar tugas rutin, melainkan kanvas untuk menggambarkan semangat kebersamaan dan keinginan untuk berbagi pengetahuan yang bermanfaat. (*)