Hukum  

Halangi Polisi Saat di TKP, Pimpinan PG Kebonagung Diperiksa Penyidik Polres Malang

Pabrik Gula (PG) Kebonagung

MEMOX.CO.ID – Pimpinan Pabrik Gula (PG) Kebonagung Heru Cahyono beserta Kepala Bagian (Kabag) PG Kebonagung menghadiri panggilan penyidik terkait tewasnya seorang karyawan akibat tergilas mesin perintingan, Senin (05/06/2023) lalu.

Kecelakaan kerja tersebut menewaskan satu tenaga kontrak pada bagian teknisi listrik PG Kebonagung atas nama M. Faruk (25) warga Jalan Langsep, Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Anehnya, laka kerja itu dilaporkan pada keesokan harinya yakni Selasa (6/6/2023).

Cuma, saat hendak olah TKP, petugas keamanan PG Kebonagung tidak membolehkan kepolisian masuk dengan alasan belum mendapatkan izin dari Pimpinan PG Kebonagung.

Kemarin, Heru beserta tujuh orang PG Kebonagung tiba di Satreskrim Polres Malang sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian, pemeriksaan selesai sekitar pukul 18.59 WIB.

Dalam pemeriksaan itu, setidaknya ada 12 pertanyaan yang diberikan penyidik. Namun, apa saja pertanyaan yang dilontarkan kepadanya? Heru enggan menjawabnya. “Yang jelas semua pertanyaan sudah kami jawab di penyidik,” singkatnya saat ditemui wartawan Memo X kemarin malam di Polres Malang.

PERIKSA: Pimpinan Pabrik Gula (PG) Kebonagung Heru Cahyono usai keluar dari ruangan pemeriksaan Satreskrim Polres Malang

Sebagai informasi, pemeriksaan konfrontir ini dilakukan lantaran pimpinan PG Kebonagung memberikan keterangan yang berbeda dengan saksi-saksi lain pada saat pemeriksaan beberapa waktu lalu. Sehingga Satreskrim Polres Malang menjadwalkan pemanggilan terhadap pimpinan PG Kebonagung dan Kasubag

Dalam kesempatan itu, saat Heru ditanya tentang keterangan yang diberikan berbeda dengan para saksi? ia justru menjawab pertanyaan itu sudah dijawab dengan penyedik. Sehingga tinggal menunggu proses hukum lebih lanjut. “Kita koperatif, kita menaati hukum. Tolong jika ada anggota melakukan kesalahan SOP kami menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak termasuk kepolisisan,” katanya.

“Dan semua pertanyaan sudah kami jawab. Tinggal menunggu proses lebih lanjut,” lanjut Heru.

Sementara itu, Iptu Choirul Mostofa Kanit III Satreskrim Polres Malang mengatakan, semua pemeriksaan sudah dilakukan. Total ada 12 pertanyaan yang diajukan kepada tujuh orang pada Kamis kemarin. “Mulau Kabag, karyawan sudah kita mintai keterangan,” katanya.

Sehingga, dari hasil pemeriksaan terkait konfrontir ini, ia menyebut dalam waktu dekat akan segera gelar perkara untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. “Dalam minggu ini kita akan segera gelar perkara untuk menetapkan tersangka jika sepakat pada saat gelar perkara nanti aka nada tersangka dalam perkara ini,” tutupnya. (cw2)