Kota Probolinggo, Memox.co.id – Usai menggelar upacara bendera, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo menggelar tasyakuran sekaligus memperingati Nuzulul Quran. Acara yang diawali dengan menampilkan bakat seni dari siswa-siswi sekolah menengah dilanjutkan pemberian santunan bagi anak yatim.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, M. Maskur menyampaikan, acara ini terselenggara berdasarkan SE Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan sekaligus merupakan kegiatan rutin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat dalam menyambut Bulan Suci Ramadan 1442 H, Selasa (4/5/2021).
“Tujuannya untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan beribadah, bersyukur, dan berikthiar pada saat pandemi seperti ini. Selain itu untuk menumbuhkan semangat belajar kepada generasi penerus bangsa agar selalu belajar meskipun dalam kondisi covid-19. Dan, tujuan terakhir ialah guru dan pengajar untuk selalu memberikan pelayanan yang maksimal untuk peserta didik pada saat pandemi ini,” terangnya.
Sementara itu, Wali Kota Habib Hadi menyampaikan, pendidikan merupakan komponen terpenting dalam meningkatkan sumber daya manusia. Perkembangan karakter, budaya, dan peradaban manusia sangat ditentukan oleh pendidikan.
“Program prioritas dibawah kepemimpinan saya ialah sektor pendidikan. Karena kita lihat peradaban negara maju dapat dilihat dari sektor pendidikannya, bagaimana cara membentuk karakter penerus bangsa yang kuat, selain itu juga saya berharap pendidikan di Kota Probolinggo dapat mencetak anak bangsa yang bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, berilmu pengetahuan, memiliki budi pekerti luhur,” jelas Habib Hadi.
Habib Hadi menambahkan, untuk memajukan Kota Probolinggo melalui sektor pendidikan, maka SD-SMP seluruh Kota Probolinggo telah dilengkapi dengan fasilitas laboratorium komputer, dimana pada zaman sekarang semuanya berbasis IT dan itu merupakan tantangan.
“Jadi kita juga harus mengikuti zaman, menurut hadist Rasulullah SAW bahwa ajari anak kita sesuai dengan perkembangan zamannya. Sekarang sudah zamannya IT. Sebagai orang tua pun harus mempelajari IT juga. Jangan sampai, malah kita yang diajari anak. Sedikit-sedikit minta bantuan anak. Apalagi tidak terpantau oleh orang tua. Tetap harus dipantau anak-anak kita ya, meskipun mereka lebih pintar dari kita,” ujarnya.
Sebelumnya acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Quran juga ada tausiyah oleh Ustadz Gufron dari MUI Kota Probolinggo. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Habib Hadi yang diberikan kepada Sekda drg. Ninik Ira Wibawati juga kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo. (geo/mzm)
