MEMOX.CO.ID — Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau Bondowoso 2026 resmi dibuka Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid, di Alun-alun Raden Bagus Asra Bondowoso, Jumat (28/8/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 4 September 2026 ini menjadi ajang promosi sekaligus penguatan akses pasar bagi komoditas kopi dan tembakau daerah.
Festival tersebut diikuti pelaku usaha dan komunitas kopi serta tembakau dari berbagai daerah. Sedikitnya 22 peserta dari luar Bondowoso turut ambil bagian, di antaranya dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Probolinggo, Lumajang, dan Banyuwangi.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, mengatakan festival menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha dengan buyer dari dalam maupun luar daerah. Sejumlah produk kopi dan tembakau juga dibawa untuk ditawarkan melalui mekanisme lelang.
“Festival ini menjadi ruang untuk mempertemukan buyer dengan pelaku usaha kopi dan tembakau. Bahkan ada buyer dari Polandia yang turut terlibat dalam kegiatan uji cita rasa,” kata Mulyadi.
Menurutnya, keterlibatan buyer internasional diharapkan membuka peluang lebih besar bagi kopi Bondowoso untuk menembus pasar global. Pemkab Bondowoso juga mendorong agar ke depan ekspor kopi dapat dilakukan langsung oleh eksportir dari daerah, bukan melalui pihak ketiga.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid menegaskan festival tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk memperkuat jejaring, pembelajaran, dan kolaborasi antarpelaku usaha.
“Jadikan festival ini sebagai wadah belajar, memperkuat jejaring, dan menciptakan kolaborasi untuk mempertahankan reputasi kopi dan tembakau Bondowoso di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Pengembangan sektor kopi juga terus didorong melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan International Labour Organization (ILO). Pemkab berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat rantai usaha kopi, mulai dari budidaya, peningkatan kualitas, akses pembiayaan hingga pemasaran.
Dalam festival ini, peserta juga mengikuti berbagai kompetisi, salah satunya lomba rajang halus tembakau. Sejumlah kegiatan lain digelar untuk menguji keterampilan, pengetahuan, cita rasa, dan kreativitas peserta dalam mengolah kopi serta tembakau.
Festival sekaligus menjadi momentum memperkenalkan karakter kopi dari kawasan Argopuro dan Raung serta potensi unggulan Bondowoso lainnya.
Pemkab Bondowoso berharap Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau 2026 mampu meningkatkan daya saing komoditas lokal, memperluas akses pasar, serta berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha.
Festival berlangsung selama delapan hari, mulai 28 Agustus hingga 4 September 2026.(rif/syn)






