Pamekasan, Memox.co.id – Karir Fathor Rohman, terbilang pasang surut. Buktinya, setelah kalah dalam pemilihan Wakil Bupati berpasangan dengan KH Kholilurrahman, mantan Kepala Desa Potoan Daya, Kecamatan Palengaan kembali ke puncak dengan merebut kursi ketua DPRD Pamekasan masa jabatan 2019-2024.
Dua setengah tahun menduduki posisi jabatan tertinggi di lembaga legislatif, Fathor harus rela menanggalkan jabatannya setelah diberhentikan secara terhormat DPP PPP. Penggantinya adalah pendahulunya di DPC PPP Pamekasan Halili. Pemberhentian itu sesuai dengan surat keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor; 171.432/603/011.2/2022, tentang peresmian pemberhentian ketua DPRD Kabupaten Pamekasan masa jabatan 2019-2024.
Kepada media, Fathor Rohman menceritakan keluh kesahnya saat menahkodai DPRD Pamekasan. Misalnya, kehilangan ajudan yang menemani kesehariannya, hingga kehilangan Wakil Bupati Pamekasan yang dianggapnya sebagai saudara sendiri. Keduanya meninggal dunia.
”Kesannya, saya kehilangan ajudan saya, Wabup. dan banyak kesan yang lain, yang tidak bisa diceritakan sewaktu menjadi ketua DPRD Pamekasan. Ini beberapa yang tidak bisa dilupakan,” ucapnya.
Selain itu, kader terbaik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan itu juga mengaku sewaktu menjabat ketua DPRD Pamekasan, banyak kesan yang tidak bisa diungkapkan. Juga, banyak kritikan, dan kurangnya waktu untuk keluarga ketika menjabat ketua DPRD Pamekasan.
“Selama menjadi ketua DPRD ini, saya kurang waktu untuk istri, anak dan keluarga. Dan sekarang saya mempunyai waktu lebih untuk keluarga,” ungkapnya.
Alumnus Ponpes Banyuanyar itu menyampaikan banyak terima kasih. Utamanya, pada aktivis dan LSM Kabupaten Pamekasan. Pasalnya banyak penyampaian aspirasi yang disampaikan kepadanya, sehingga DPRD bisa tau.
“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada media, aktivis Pamekasan, dan masyarakat Pamekasan, serta lembaga eksekutif. Dan mohon dimaafkan jika ada kesalahan, Karena manusia tidak lepas dari khilaf dan salah,” pungkasnya. (Azm/Srd)






