MEMOX.CO.ID – EduFair III Kabupaten Bondowoso kembali digelar sebagai upaya membuka wawasan pendidikan dan mendorong peningkatan sumber daya manusia serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang digelar di Gor Pelita Bondowoso, Senin (12/1/2026).
Ketua Panitia EduFair, Prasetyo menyampaikan, kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi serta alternatif pilihan perguruan tinggi bagi lulusan SMA yang masih ragu melanjutkan pendidikan.
“EduFair ini menghadirkan 18 perguruan tinggi, terdiri dari 4 perguruan tinggi negeri dan 14 perguruan tinggi swasta, agar pelajar Bondowoso mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap,” ujarnya.
Ia menjelaskan EduFair merupakan agenda tahunan yang ke depan akan terus dikembangkan dengan inovasi baru. Menurutnya, masih banyak lulusan SMA di Bondowoso yang terkendala faktor ekonomi dan jarak saat ingin melanjutkan kuliah.
Jurusan kesehatan dan pendidikan vokasi menjadi yang paling diminati karena dinilai memiliki peluang kerja lebih cepat. EduFair diharapkan mampu memberikan pencerahan dan mendorong lahirnya generasi emas Indonesia dari Bondowoso.
“Melalui EduFair ini, siswa bisa mengetahui pilihan kampus di wilayah Jember, Lumajang, hingga Banyuwangi, termasuk jurusan yang sesuai dengan minat dan peluang kerja,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur agar keberlanjutan pendidikan peserta didik tetap terjaga.
Pihaknya juga terus mendorong anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya dari SD ke SMP dan dari SMP ke SMA.
“Angka putus sekolah di Bondowoso sangat rendah, berada di kisaran nol koma sekian persen. Hampir tidak ditemukan anak-anak yang tidak bersekolah,” ungkapnya.
Taufan menyebutkan terkait target rata-rata lama sekolah, dirinya masih melakukan pemutakhiran dan sinkronisasi data bersama Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan data yang akurat.
Dinas Pendidikan Bondowoso berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan secara merata.(rif/ono)






