Dua Siswa Positif Covid-19, KBM Tatap Muka SMA Negeri 1 Blitar Dihentikan

105
0
SMA Negeri 1 Blitar.
SMA Negeri 1 Blitar.

Kota Blitar, Memox.co.id –  Pembelajaran tatap muka di SMA Negeri 1 Blitar sejak, Selasa (1/12/2020) dihentikan. Menyusul 2 siswa SMA tersebut dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19.

Mereka terpapar dari klaster orang tua. Hal ini diungkapkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Blitar, Ramli Panim, S.Pd.

“Dua siswa tersebut berasal dari dua kelas yang berbeda yaitu satu siswa kelas 1 dan dan satu siswa kelas 3. Untuk itu, sejak Selasa (1/12) kemarin, pembelajaran tatap muka di SMAN 1 dihentikan, dan dilakukan penyemprotan desinfektan,” kata Ramli, Rabu (2/12).

Lebih lanjut Ramli menyampaikan, rencananya, Kamis 3 Desember sudah bisa masuk sekolah tatap muka. Namun dua kelas yang ada siswa positif Covid-19 itu diliburkan  hingga 14 hari ke depan.

“Sejak 1 Desember kemarin hingga 3 Desember sekolah tatap muka diliburkan. Sedangkan dua kelas yang ada siswanya positif Covid-19 diliburkan hingga 14 hari,” ujarnya.

Ramli menambahkan, siswa positif Covid-19 ini, merupakan pertama kali terjadi di Blitar. Untuk itu pihaknya akan meminta seluruh lembaga sekolah memperketat dan meningkatkan protokol kesehatan.

“Ini merupakan sekolah pertama yang terjangkit Covid-19. Jadi kita akan perketat protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara Kepala SMA Negeri 1 Kota Blitar, Johan mengatakan, kedua siswa ini terpapar bukan dari lingkungan sekolah. Melainkan dari keluarganya yang terlebih dahulu dinyatakan positif.

“Kronologisnya pada Jumat pekan lalu, kami mendengar dua diantara siswa itu ada yang terpapar Covid-19 dari keluarganya. Saat itu kita belum tahu apakah kedua siswa itu positif atau tidak. Setelah itu kami mendengar kabar lagi pada hari Sabtu, satu siswa positif dan sebelumnya ternyata yang satu lagi juga positif,” papar Johan.

Johan menambahkan, saat ini sekolah kebetulan sedang melalukan penilaian akhir semester berbasis online yang bisa dilakukan di sekolah atau di rumah.

“Ini kewaspadaan saja, karena yang paling rawan di keluarga masing-masing atau saat siswa berada di luar lingkungan sekolah. Karena pihak sekolah telah melaksanakan protokol kesehatan secara optimal,” pungkasnya. (fjr)