DPC Demokrat Jember Salurkan Daging Kurban ke Warga Isoman

Kegiatan penyembelihan hewan kurban oleh DPC Partai Demokrat Jember.

Jember, Memox.co.id – Pembagian daging kurban biasa dilakukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Jember setiap merayakan Idul Adha. Namun di tengah pandemi Covid-19 ini, tidak hanya warga kurang mampu yang mendapatkan daging kurban itu.

Sejumlah warga yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) di sekitar Kantor DPC Partai Demokrat Jember Jalan Sriwijaya, Kecamatan Sumbersari. Juga mendapatkan jatah daging hewan kambing tersebut.

Menurut Sekretaris DPC Partai Demokrat Jember, Agusta Jaka Purwana, dengan membagikan daging bagi warga yang menjalani Isoman itu. Bisa mengusir stres dan meningkatkan imun.

“Kami ikut prihatin, warga yang melakukan isolasi mandiri tidak bisa ke mana-mana. Kalau diteruskan dalam jangka waktu lama bisa stres. Apalagi makanannya itu-itu saja. Nah saat Idul Adha kali ini kami ingin memberikan sesuatu kepada mereka, menyenangkan mereka,” kata Agusta disela kegiatan penyembelihan daging kurban di kantor DPC Partai Demokrat Jember, Rabu (21/7/2021).

Pada perayaan Idul Adha 1422 H/2021 M, kata Agusta, pihaknya memotong 6 ekor kambing, dan bisa mendapatkan kurang lebih 320 bungkus daging kurban. Dengan adanya pembagian yang juga ditujukan kepada warga yang menjalani isoman. Kata Agusta, sebagai contoh dan bentuk kepedulian kepada yang terpapar virus Covid-19 itu.

Sejumlah warga Isoman juga mendapatkan jatah daging kurban.

Pasalnya Pemkab Jember, katanya, dinilai dalam menangani pandemi Covid-19 kurang menyeluruh dan tidak parsial. “Saya melihat masih sendiri-sendiri, tidak utuh sinergis. Sebenarnya kalau mau penguatan, dari desa dulu dikuatkan. Desa kuat baru ke kecamatan,” katanya.

Menurutnya, terkait pendataan warga yang terdampak Covid dan melakukan isolasi mandiri benar-benar valid. Sehingga saat ada pemberian atau penyaluran bantuan. Apakah itu sembako atau pun Nasi Bungkus bagi warga Isoman dapat tepat sasaran.

“Data awal kan dari desa. Seperti halnya yang dilakukan di Desa Jubung. Yang merupakan desa binaan kami. Alhamdulillah jumlah penderita (covid-19) di Jubung menurun,” katanya.

Inilah yang harusnya, kata pria yang juga Anggota DPRD Jember itu, penanganan Covid harus dari lingkungan terkecil.

“Bukan hanya sekadar bagi-bagi beras dan vitamin. Yang jelas penguatan di desa dulu. Itu bupati yang bisa memerintah. Selain itu tenaga kesehatan juga harus diperhatikan, karena banyak tenaga kesehatan yang meninggal (selama pandemi),” tandasnya. (ark/tog/mzm)