DLH Kota Batu Targetkan Volume Sampah Bakal Berkurang

38
0
TPA Tlekung

Batu, Memox.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu menargetkan pengurangan volume sampah hingga 20%. Pengurangan volume sampah ini untuk mengurangi beban daya tampung di TPA Tlekung. Setiap harinya, rata-rata 90 ton sampah masuk ke TPA Tlekung.

Kepala DLH Kota Batu, Aries Setyawan mengatakan dalam penanganan persampahan butuh sejumlah langkah konkrit yang harus dijalankan. Pihaknya mengaku masih menyusun strategi tata kelola persampahan dan akan disampaikan melalui focus group discussion (FGD).

“Untuk targetnya, kami berharap bisa mencapai 20-30% pengurangan sampah di Kota Batu. Oleh sebab itu, hal ini juga harus disepakati dan didukung oleh masyarakat,” ungkap Aries.

Melalui kelompok diskusi terarah itu, pihaknya ingin menangkap aspirasi dari masyarakat dalam merumuskan tata kelola persampahan. Tata kelola harus dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. Sehingga bisa mengurangi beban daya tampung TPA Tlekung.

“Masukan dari masyarakat ini sekaligus untuk mengevaluasi sejumlah program. Sehingga bisa target itu bisa tercapai,” ujar Aries.

Menurutnya target pengurangan sampah masuk dalam visi misi kepala daerah yang dituangkan dalam RPJMD 2017-2022. Ia mengatakan, dalam perwali juga diatur Kebijakan dan Strategi Daerah pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga daerah (Jakstrada). Melalu kebijakan itu, pihaknya ingin menindaklanjuti dalam sistem tata kelolanya.

“Untuk sistem tata kelola ini, kami menggunakan sistem yang baru. Akan tetapi, tidak hanya memaki formula dari DLH saja. Namun juga membutuhkan aspirasi dari masyarakat,” ujar Aries.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan mebuat SOP yang akan disisipkan dalam penegakan perda persampahan. Misalnya seperti orang yang akan membuang sampah. Itu juga akan dilajukan penyusunanan SOP nya. Sehingga SOP ini dapat tersistem dan terintegrasi serta komperhensif.

Pihaknya menilai, gerakan pilah sampah dari rumah belum berjalan optimal. Mengingat gerakan ini bagian dari tata kelola persampahan di Kota Batu. Maka dari itu, beberapa program akan dilakukan evaluasi. Dengan hasil evaluasi ini, akan digunakan untuk menindaklanjuti jakstrada. Dengan target adanya pengurangan sampah di Kota Batu.

Pada intinya, pilah sampah dari rumah untuk mengurangi beban sampah di TPA. Karena dengan pemilahan itu, sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi. Untuk membiasakan masyarakat melakukan gerakan ini, DLH akan membuat pola jadwal. Yakni, jadwal kapan armada ini turun untuk mengambil sampah hingga ke hilirnya, yakni TPA. Kalau semisal bukan jadwalnya untuk melakukan pembuangan sampah organik. Maka akan langsung dihancurkan.

Untuk program yang masih berjalan dan masih bisa diandalkan untuk mengurangi sampah. Hingga saat ini adalah program bank sampah. Melalui komunitas di dalamnya.

“Berdasarkan hasil evaluasi beberapa waktu lalu. Adanya bank sampah bisa mengurangi sampah hingga 5% di masing-masing lingkungan. Itu masih jauh dari target. Karena targetnya 20%,” katanya.

Oleh sebab itu, dengan adanya tata kelola ini pihaknya akan lebih maksimalkan dan menggerakkan lagi bank sampah pada setiap lingkungan.

“Tata kelola sistem persampahan ini kita susun mulai dari masyarakat hingga ke TPA nya. Jangan sampai volume beban TPA karena semua sampah masuk kedalam TPA. Yang menyebabkan volume sampah TPA meningkat. Sehingga batas daya tampung TPA tak mencukupi,” tandas Aries. (tya)