Diskominfo Kota Probolinggo Ajak Santri Kreatif dan Aman Berinternet

Diskominfo Kota Probolinggo Ajak Santri Kreatif dan Aman Berinternet
Santri dan pengurus Ponpes menimba ilmu berinternet secara sehat, kreatif dan aman.(foto:hud)

Beberapa aplikasi besutan pengembang luar negeri seperti Chat GPT, hanya saja kelemahan dari aplikasi tersebut, basis datanya sudah tidak update.

“Sementara aplikasi kami mengakomodir informasi lokal yang berkembang di Indonesia dengan dasar informasi terbaru,”ucap Luis Kholilur Rohman Sa’ani.

Terlebih lagi, Luis Kholilur Rohman Sa’ani mencontohkan bagaimana seorang siswa bisa menanyakan soal matematika pada asisten pintar dalam aplikasi miliknya dan bisa memperoleh jawaban dalam sekejap.

 “Ini contoh penggunaan internet yang memudahkan pengguna. Namun dalam berinternet sehat, jangan kemudian ini digunakan untuk berbuat curang misalnya untuk menjawab pertanyaan pada saat Ujian Tengah Semester. Tentu hal itu tidak bisa dibenarkan,” tuturnya.

Meski demikian, jika melalui perusahaan teknologi yang dibangunnya, ia juga membantu pondok pesantren mengelola dan mengembangkan potensinya dengan baik.

“Era digital tak ada kesenjangan yang berarti. Semua orang, siapa saja bisa memaksimalkan potensinya. Jadi tidak perlu minder, gunakan internet dengan baik dan bijak,”sebut Luis Kholilur Rohman Sa’ani.

Selain itu, Luis Kholilur Rohman Sa’ani berharap pemanfaatan internet khususnya di media sosial untuk optimalisasi di ranah digital marketing. Bahkan, anyak sekali hal-hal yang bisa dipromo.

“Santri atau pengurus santri bisa memaksimalkan penggunaan internet untuk memperdalam ilmu digital marketing. Apalagi ada One Product One Pesantren (Opop), produknya bisa dipasarkan melalui media sosial dengan memaksimalkan algoritma internet,” pungkasnya. (hud/ono).