Disebut Sebagai Calon Kapolri, Ini Rekam Jejak Mentereng Komjen Listyo Sigit Prabowo

209
0
Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si. (ist)

Jakarta, Memox.co.id – Jenderal Idham Azis akan memasuki pensiun pada Januari 2021 mendatang, sejumlah nama pun mulai digadang-gadang masuk dalam bursa Tribrata 1. Salah satu yang berpeluang adalah Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Tercatat, Listyo Sigit pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Dia pernah menjadi Ajudan Presiden RI Joko Widodo. Ia kemudian menjabat Kepala Kepolisian Daerah Banten, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan terakhir sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991 ini juga pernah beberapa kali menduduki jabatan di daerah Jawa Tengah. Tercatat, Listyo pernah menjadi Kapolres Pati. Setelah itu, dia menduduki posisi Wakapoltabes Semarang, dan pernah menjadi Kapolres Solo.

Pada tahun 2012, Listyo dipindahtugaskan ke Jakarta untuk menjabat sebagai Asubdit II Dit Tipdum Bareskrim Polri. Sejak bulan Mei 2013, dirinya bertugas di Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara.

Deretan prestasi yang diukir pria kelahiran Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969, ini pun tergolong luar biasa. Sebut saja, saat menjabat Kapolres Solo pada tahun 2011, ia berhasil mengamankan hajatan Asian Parliamentary Assembly.

Padahal pada saat itu, Solo baru saja diguncang peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di halaman Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton.

Saat menjabat Kabareskrim Polri, Listyo bersama anak buahnya berhasil menangkap buronan mega korupsi pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Djoko Tjandra di Malaysia.

“Terhadap peritiwa tersebut pak presiden perintahkan untuk cari keberadaan Djoko Tjandra dimanapun berada dan segera ditangkap untuk dituntaskan sehingga semua menjadi jelas. Atas perintah tersebut kepada Kapolri, maka Kapolri bentuk tim khusus yang kemudian, secara intensif mencari keberadaan Djoko Tjandra,” kata Listyo pada saat itu.

Selain itu, Lulusan S-2 di Universitas Indonesia juga berhasil mengungkap kasus kebakaran Gedung Kejagung dengan menetapkan 8 orang sebagai tersangka. Ungkap kasus narkoba jenis sabu sebanyak 1,2 ton, 35.000 butir pil ekstasi dan 410 Kg ganja selama kurun waktu Mei-Juni 2020.

Dalam beberapa kesempatan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menegaskan, penuntasan berbagai kasus merupakan bentuk komitmen dan transparansi di tubuh Polri. Terutama kasus Djoko Tjandra yang melibatkan 2 anggota polisi berpangkat jenderal.

“Bareskrim Polri terus melakukan pembenahan internal untuk lebih profesional dan produktif dalam penanganan penegakan hukum di Indonesia,” sebut Listyo Sigit. (*/fik)