Beranda Edukasi Dinkop dan UKM Buka Peluang Wirausaha Baru

Dinkop dan UKM Buka Peluang Wirausaha Baru

26
0
Kepala Dinkop dan UKM Kota Malang Tri Widyani Pangestuti

Beri Pelatihan Warga Manfaatkan Limbah Kayu

Kota Malang, Memox.co.id

Untuk yang kesekian kalinya Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Dinkop dan UKM) Kota Malang membuka peluang usaha baru untuk warga Kota Malang. Caranya dengan memberikan pelatihan ketrampilan kerja khusus memanfaatkan limbah kayu untuk dijadikan kerajinan tangan yang bernilai jual.

Kepala Dinkop dan UKM Kota Malang, Tri Widyani Pengestuti menjelaskan, ada 70 warga Kota Malang yang dibekali latihan kerja mengelola limbah kayu. Mereka dilatih soal teknik produksi, finishing, labeling sampai manajemen pemasaran dan memperoleh tambahan modal keperbankan untuk mengembangkan usahanya.

“Potensi limbah kayu di Kota Malang banyak. Kemudian hasil kerajinan kayu di Kota Malang disukai konsumen dari luar kota. Maka kita ingin membawa pelaku usaha mikro di Kota Malang naik kelas,” jelas dia.

Peserta pelatihan sedang regristasi

Agar pelaku usaha mikro bisa naik kelas. Kaya Yani, harus dimulai dari sekarang. Meneurt dia, persoalan yang dihadapi UKM, kualitas produk, akses permodalan dan manajemen kewirausahaan. “Kami akan melatih dan mendampingi mereka supaya usahanya berkembang,” ungkap dia, Senin (21/5/2019) siang.

Kegiatan Dinkop dan UKM di gelar di hotel Pelangi, Kota Malang. “Pasca pelatihan ini, pemerintah terus memantau perkembangannya. Kita punya klinik usaha mikro. Ditempat itu pelaku usaha mikro ini bisa mengakses informasi seluas-luasnya dengan tujuan peningkatan usaha mereka,” bebernya.

Senada diutarakan, narasumber kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Kerja bagi palaku usaha mikro Kota Malang, Irfan Fatoni pengasuh klinik usaha mikro Kota Malang. Kata dia kliniknya memberikan pelayanan konsultasi bisnis setiap Selasa dan Kamis mulai pukul 08.00-14.00 di kantor Dinkop dan UKM Kota Malang.

Menurut Fatoni, persoalan yang sering dihadapi pelaku usaha mikro adalah, jaringan pemasaran kurang luas. Kualitas produknya kurang baik. berikutnya kesulitan untuk mendapatkan tambahan modal usaha diperbankan.

“Rata-rata usaha yang dilakukan masyarakat masih asal asalan. Silahkan datang ke kantor Dinkop dan UKM Kota Malang. Kita akan mengajari manajemen usaha yang benar. Sekaligus membuka jaringan pasar baru dan membantu mencarikan tambahan modal usaha,” pungkasnya. Untuk diketahui, kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinkop dan UKM Kota Malang, menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) tahun 2019. (Adv/man)