Indeks

Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Lakukan Antisipasi Pohon Tumbang Dengan Pemeliharaan

Ft: Pemeliharaan pohon dilakukan DLH Kota Malang.(MemoX/fat)
Ft: Pemeliharaan pohon dilakukan DLH Kota Malang.(MemoX/fat)

Malang, MEMOX.CO.ID – Hujan dengan intensitas tinggi hampir setiap hari mengguyur Kota Malang. Salah satu dampak yang ditimbulkan adalah bencana pohon tumbang di fasilitas umum yang dapat membahayakan warga maupun pengguna jalan yang melintas. Tumbangnya pohon ataupun dahan pohon ini mempengaruhi tanah di bagian akar pohon terkikis udara dan terpaan air hujan yang dibarengi angin kencang.

Dinas Lingkungan Hidip (DLH) Kota Malang pun secara rutin melakukan pemeliharaan pohon-pohon, dengan memangkas pohon-pohon dan memotong dahan yang rapuh untuk mengurangi terjadinya risiko pohon tumbang maupun dahan besar yang patah.

Selama Desember ini sudah ada kejadian 5 pohon tumbang dan 1 rating patah. Kejadian tersebut rawan terjadi pada saat musim hujan. Dimana pohon tumbang tersebut disebabkan karena kropos, lapuk, atau tidak kuat.

Kepala Ruang Bidang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang, Laode KB Al-Fitra mengungkapkan pemeliharaan pohon kali ini telah dimulai sejak 1 Desember di 76 titik lokasi, di bulan November lalu memusatkan juga menangani perawatan di 79 titik yang tersebar di lima kecamatan di Kota Malang. risiko pohon tumbang maupun dahan besar yang patah.

“Sebanarnya kejadian pohon tumbang itu kebencanaan, bukan sepenuhnya wewenang DLH. Terlebih kami juga menangani pohon tumbang yang berada di bawah kewenangan Pemkot. Jadi kalau ada pohon tumbang yang di luar aset Pemkot, itu sebenarnya bisa dilaporkan ke call center Malang 112,”ujarnya.

Selain itu, penanganan pohon tumbang kami menyiagakan waktu selama 24 jam. Bagi warga yang melihat ada indikasi pohon rapuh atau rawan tumbang bisa menghubungi call center 112 yang nantinya akan terhubung dengan tim penanganan dari DLH,” bebernya.

“Saat ada pohon yang tumbang, kami pun segera mengganti dengan pohon yang baru, seperti pohon tabebuya yang relatif lebih aman dan akarnya tidak merusak aspal. Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati, karena saat ini cuaca sedang ekstrem,” pungkas Laode.

Sementara itu, agar meminimalisir terjadi pohon tumbang ia merekomendasikan penanaman pohon asem jawa dan johar. Akan tetapi untuk perawatannya harus lebih optimal, sehingga tidak bisa cepat mati.

“Itu berdasarkan penelitian, jadi pohon asem ini bisa mereduksi efek rumah kaca, mereduksi emisi. Kira-kira kalau Kota Malang menerapkan penanaman pohon asam jawa tersebut, butuh sekitar 9.362 bibit pohon,”ungkapnya.(fat)

Exit mobile version