Dinas Koperasi Pamekasan Sukses Laksanakan Pelatihan Digitalisasi penyuluhan keuangan UKM

Pamekasan, Memox.co.id – Dinas Koperasi dan UKM Pamekasan sukses melaksanakan pelatihan dgitalisasi penyusunan laporan keuangan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Pelatihan yang bertujuan untuk membantu mempermudah pengelolaan keuangan digelar mulai tanggal 23-25 Mei 2022.

Acara yang bertajuk “Pelatihan Digitalisasi Penyuluhan Laporan Keuangan UKM Dak Non Fisik PK2UKM Tahun 2022” itu dilaksanakan selama tiga hari. Mulai dari 23 sampai 25 Mei, di gedung PKPRI Pamekasan. Dengan peserta pelatihan sebanyak 40 peserta yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kepala dinas koperasi dan UKM Pamekasan Muttaqin S. Sos. M.Si. Melalui Kepala bidang Koperasi UKM Royhan Anwar saat penutupan acara tersebut menyampaikan, adanya pelatihan ini guna meningkatkan pengetahuan keilmuan dalam bidang pelaporan keuangan secara digital.

“Dari apa yang telah kita laksanakan selama 3 hari berlangsung, Mungkin ada ilmu yang kita serap semuga bermanfaat bagi kita semua”. Ungkapnya penuh harap

Selain harapan, Royhan juga menegaskan agar pelaku usaha UMKM khusus pelaku usaha baru agar tetap dan selalu melakukan inovasi baru untuk terus memikat para pelanggan dengan mengutamakan K3 dan 3R.

“Dalam berwirausaha itu harus mengutamakan K3. Yaitu ketahanan, keselamatan dan kenyamanan. Sedangkan 3R ini adalah Reus, redus, & resikel. Yakni barang yang tidak kita pakai mungkin bisa kita kelola kembali sehingga reduksi sampah yang ada di situ bisa kita kurangi Dan yang terpenting dalam berusaha harus punya duit doa usaha ikhtiar inovasi dan tangguh,” paparnya.

Muhammad Ghufron Salah satu peserta UKM menyampaikan, adanya pelatihan dari pemerintah sangatlah penting dan perlu untuk selalu di agendakan terutama pelatihan yang merupakan kebutuhan bagi masyarakat.

“Pelatihan seperti ini memang wajib hukumnya bagi pemerintah untuk mengagendakan, karena masyarakat itu perlu untuk dibimbing dan di fasilitasi agar masyarakat bisa mandiri dan bisa membuka usaha sendiri syukur syukur kalo sampai punya karyawan,” ungkap Peserta asal Desa Bujur Timur tersebut.

Mahasiswa Asal Jogja itu berterima kasih dengan adanya program pemerintah kepada pelaku UKM. Karena bisa memberikan bimbingan langsung hingga bisa mendapatkan label produk halal untuk mengembangkan usahanya.

“Terima kasih atas fasilitas yang diberikan pemerintah terhadap kami selaku masyarakat kecil, yang ingin juga mempunyai bisnis walaupun tidak besar. Namun setidaknya sudah diakui kehalalannya. Haarapan besar dari saya semoga agenda seperti ini selalu di laksanakan dan ada sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu ditingkatkan agar juga bisa merasakan dan bergabung bersama,” timpalnya. (udi/srd)