Pamekasan, Memox.co.id – Sejumlah warga di Dusun Tlangi, Desa Tagangser Laok, Kecamatan Waru, didata meninggal dunia oleh aparat setempat. Kenyataannya, warga yang sebelumnya terdata menerima bantuan langsung tunai (PKH) masih hidup, Kamis (22/09/22)
Otomatis, warga yang sebelumnya menerima bantuan sosial (bansos) terhapus. Gita Sumaidah warga yang sebelumnya masuk dalam penerima PKH tidak lagi menerima. Pasalnya, terdapat data yang menjelaskan namanya meninggal dunia. Padahal, orangnya masih hidup.
“Saya termasuk penerima bansos dan PKH ini. Dan ternyata ada data-data yang tidak akurat. Sebagaimana keadaan yang sebenar-benarnya. Saya didata meninggal padahal masih hidup,” kata Sumaidah kepada Wartawan Harian Pagi Memo X, Sabtu (17/9/2022)
Selain Sumaidah, Tatik juga merupakan warga setempat yang masih hidup tapi didata meninggal dunia. Tatik mangaku sudah mencocokkan nomor induk kependudukan (NIK) dan KTP. “Ternyata betul itu ada yang atas nama saya,” ujarnya.
Selain itu, ada juga janda-janda tua yang tidak menerima bantuan. Salag satunya, Ramlah 50 tahun, yang mempunyai penyakit deabetes itu ternyata didata kementrian sosial (Kemensos) mendapatkan bantuan. “Tapi, saya sudah tidak mendapatkan lagi,” Kata Ramlah.
Kepala Dusun Tlangi Desa Tagangser Laok Suradi tidak membantah juga tidak mengiyakan konfirmasi wartawan. Menurut Suradi, sebanyak 20 orang sudah dipanggil ke Balai Desa setempat.
“20 orang sudah di panggil ke kantor balai Desa Taganser Laok, untuk didata ulang,” kata Suradi melalui pesan aplikasi whatapp. (lal)
