Beranda TRIDARMA EKAKARMA Danrem 083/Bdj Sosialisasikan New Normal kepada Pengurus Ponpes dan Pengelola Pasar di...

Danrem 083/Bdj Sosialisasikan New Normal kepada Pengurus Ponpes dan Pengelola Pasar di Kota Malang

16
0

Kota Malang, Memox.co.id – Danrem 083/Bdj Kol Inf Zainuddin bersama Forpimda Kota Malang gelar sosialisasi New Normal kepada pengurus Ponpes (Pondok Pesantren) dan pengelola pasar tradisional di wilayah Kota Malang, Sabtu (06/06/2020).

Sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Kota Malang diikuti Walikota Malang Sutiaji, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Simarmata dan Drs.H. Moh. Rosyad, M Si dari Kementrian Agama Kota Malang.

Dalam kesempatan tersebut Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Zainudin menyampaikan, Korem 083/ Bdj sudah membagikan 20.000 lebih sembako dan peralatan protokol kesehatan untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

SOSIALISASI: Danrem 083/Bdj Kol Inf Zainuddin saat sosialisasi New Normal kepada pengurus Ponpes dan pengelola pasar tradisional bersama Forpimda Kota Malang.

“TNI-Polri bekerjasama dengan pemerintah juga selalu patroli demi keselamatan masyarakat adalah paling utama dan tataran agama yang diajarkan sudah sesuai, mari kita bersama bergotong-royong untuk untuk selalu berusaha mengatasi pandemi ini,” ujarnya.

Dikatakan juga olehnya, pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan, hasilnya masih banyak para pedagang dan penjual yang saling berinteraksi dengan saling bersentuhan satu sama lain, sehingga bisa mempermudah penyebaran virus Covid-19.

“Dari hasil pengecekan tersebut kami akan menerapkan aturan untuk merubah proses jual beli sehingga tidak terjadi interaksi bersentuhan satu sama lain. Pasar akan ditata kembali terkait pintu masuk dan pintu keluar harus berbeda, sehingga keluar masuk pasar tidak satu pintu, pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak harus selalu diterapkan,” tegasnya.

Dilain sisi, kegiatan sosialisasi protokol kesehatan mengahadapi New Normal dilakukan kepada pengurus Ponpes di wilayah Kota Malang. Ada beberapa opsi yang ditawarkan kepada seluruh pesantren dalam rangka mewujudkan Pesantren yang terbebas dari Covid-19, diantaranya program protokoler kesehatan santri pada saat kembali ke pesantren.

“Seperti yang dikatakan Drs. H. Moh. Rosyad, M Si dari kementrian Agama Kota Malang, untuk kepastian kapan dimulainya kegiatan belajar-mengajar, kami masih menunggu hasil rapat dan kebijakan Kanwil Provinsi Jawa Timur,” terangnya. (fik)