Dampak Culture Shock Terhadap Komunikasi Antar Budaya
Dampak Positif
Ada kalanya culture shock ini memiliki efek yang menguntungkan selain yang merugikan. mahasiswa dapat melatih pola pikir dan kapasitasnya untuk menyesuaikan diri dengan berbagai situasi dengan mempelajari perbedaan budaya di setiap lokasi. Mahasiswa yang mempunyai teman dari daerah lain juga bisa bertukar pikiran, belajar lebih disiplin, dan menjalin tali silaturahmi yang lebih luas. (Nurhayati, 2022)
Dampak Negatif
Menurut (Ahmad A., 2022) culture shock ini memiliki banyak dampak negatif yaitu mahasiswa yang mengalami culture shock mungkin merasa tertekan dan kesepian, yang berdampak pada pemikiran emosional mereka. Mereka bahkan mungkin sulit tidur karena rasa cemas. Menjadi lebih sulit bagi mahasiswa untuk mengadopsi budaya baru ketika mereka berusaha terlalu keras untuk mengasimilasinya karena mereka berisiko kehilangan individualitas mereka dan terus-menerus membandingkannya dengan budaya di kampung halaman mereka. Oleh karena itu, mereka yang mengalami culture shock biasanya mengalami kecemasan, ketidakmampuan, dan kehilangan kepercayaan diri. Jika hal ini terus terjadi, maka orang tersebut akan selalu merindukan tempat asal dan keluarganya.
Upaya mengatasi Culture Shock
Menurut (Hasibullah, 2020) Untuk berkomunikasi secara efektif dengan penduduk setempat dan mengatasi culture shock, penting bagi kita untuk mempelajari bahasa tempat yang baru kita tinggali.
Sedangkan menurut (Sitorus N., 2023) Selain mempelajari bahasa, kita juga perlu mengenal adat istiadat daerah tersebut untuk membantu kita mengatasi culture shock yang kita alami. Untuk memudahkan proses penyesuaian diri kita dengan tempat baru, kita juga membutuhkan bantuan dan hubungan orang lain.
Kesimpulan
Culture shock adalah persoalan atau kondisi yang dikenal sebagai “kejutan budaya” yang sering kali dialami ketika seseorang bepergian atau tinggal di tempat baru dan meninggalkan tempat asalnya.
Culture shock memiliki 4 tahapan yang akan dihadapi yaitu fase optimistic, fase kultural, fase recovery, dan fase penyesuaian. Culture shock tidak terjadi dengan sendirinya melainkan memiliki faktor yang menyebabkan terjadinya culture shock tersebut seperti perbedaan kebudayaan yangat jauh dengan daerah asal, disini kita melihat perbedaan yang dialami mahasiswa papua sangat nampak dengan kebudayaan di pulau-pulau lain di Indonesia.
Proses pertukaran budaya dengan individu lain yang memiliki kebudayaan yang asing atau dari kebudayaan yang mirip tetapi dengan sedikit variasi karena perbedaan asal atau tempat tinggal dikenal sebagai komunikasi antar budaya Culture shock pastinya dapat mempengaruhi seseorang baik dari secara positif maupun negatif, dampak positifnya sendiri yaitu dapat melatih diri untuk beradaptasi dan mempelajari kebudayaan yang dimiliki orang lain, sedangkan dampak negatif yang akan dihadapi biasanya berdampak psikologis orang yang mengalami culture shock tersebut dimulai dari rasa sedih, kesepian, marah, sampai bisa mengakibatkan kehilangan jati diri.






