Pendahuluan
Bangsa Indonesia bersifat pluralistik karena penduduknya terdiri dari individu atau kelompok dengan banyak latar belakang etnis dan budaya yang berbeda. (Siregar, 2020,Harahap & Sos, 2022). Kecemasan yang disebabkan oleh hilangnya semua isyarat dan simbol yang telah tertanam dalam kehidupan masyarakat atau sering digunakan dalam interaksi interpersonal menyebabkan culture shock.
(Nuraini, 2021). Karena budaya dari berbagai daerah berbeda, mungkin saja bagi seseorang untuk merasakan kejutan budaya saat mereka berada di tempat asing. Setelah pindah ke tempat baru, imigran lebih berpeluang menderita kejutan budaya yang membuat mereka tidak nyaman di lingkungan baru mereka, terutama ketika datang ke situasi yang secara budaya berbeda dari apa yang biasa mereka lakukan. (Situmorang et al., 2020). Manusia memerlukan keterlibatan atau hubungan dengan manusia lain dalam menjalankan kehidupannya , kehidupan manusia akan terasa hampa dan tidak ada kehidupan sama sekali jika tidak berkomunikasi (Ambarwati, M., 2022). Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pemahaman terhadap culture shock itu sendiri karena fenomena ini sering terjadi di kalangan mahasiswa. Mahasiswa harus mengetahui bahwa kebudayaan di Indonesia sangat beragam sehingga tidak menutup kemungkinan mahasiswa akan menjumpai kehidupan dengan kebudayaan yang sangat berbeda dengan tempat asalnya, serta mahasiswa juga harus memahami bahwa komunikasi antar budaya ini sangat penting di lingkungan perguruan tinggi.
Pembahasan
Pemahaman mengenai culture shock terhadap komunikasi antar budaya
Definisi Culture Shock
Culture shock adalah persoalan atau kondisi yang dikenal sebagai “kejutan budaya” sering kali dialami ketika seseorang bepergian atau tinggal di tempat baru dan meninggalkan tempat asalnya. Fenomena ini sangat terkait dengan keragaman budaya, yang mencakup bagaimana seseorang menyesuaikan diri dengan kehidupan baru dan kebiasaan baru yang mencakup pengalaman beragam di lokasi dengan budaya yang berbeda dari tempat asalnya. (A. Khaira, 2020).
Tahapan Culture Shock
Ada 4 tahapan atau fase yang dihadapi oleh individu saat mengalami Culture Shock, yaitu :
1. Fase Optimistic, yaitu masa sebelum seseorang memasuki lingkungan baru dengan budaya berbeda namun tetap terasa ceria dan penuh harapan.
2. fase kultural, yaitu tahap lanjutan ketika mulai timbul persoalan-persoalan di lingkungan yang asing, misalnya dari segi bahasa, cara hidup, dan aspek-aspek lain yang berbeda dengan tempat asalnya.
3. Fase recovery, fase ini adalah masa setelah mengalami kejutan budaya ketika individu mulai memahami dan menafsirkan budaya baru. Pada titik ini, masyarakat mulai secara bertahap menyesuaikan diri dengan perbedaan budaya lingkungan baru. 4. Fase penyesuaian, fase ini adalah tahap terakhir dari proses culture shock dimana individu sudah mampu memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. (Parlindungan, 2020)






