Dalam pemilu, pengemudi ojek bisa juga menjadi alat untuk kampanye. Peran aktif dan kolaborasi itu, disambut baik pengemudi ojek Probolinggo.
“Kami senang bisa dilibatkan langsung seperti ini. Kami berharap, ke depan sinergitas kami lebih baik dan ada jalur koneksi khusus pada pemangku kebijakan. Seperti polisi, TNI atau pemerintah,” kata salah satu pengemudi ojek, Hernati.
Emak-emak 62 tahun ini bilang, sebagai tukang ojek, dirinya kerap mengetahui pertama kali beberapa peristiwa penting. Seperti kecelakaan, kebakaran, perampokan dan lain sebagainya. Sehingga jika ada koneksi khusus, dirinya bisa segera lapor atau memberitahu otoritas terkait. Sehingga kejadian-kejadian itu bisa segera ditangani.
Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Johan Dwi Angga, juga mengapresiasi inisiatif Kodim 0820 untuk libatkan pengemudi ojek dalam menjaga kondusifitas wilayah selama pemilu 2024. Hal tersebut bisa saja terjadi, karena pengemudi ojol ini memiliki komunitas dan dipastikan mendukung salah satu parpol.
“Nah, mendukung itu bisa saja mempengaruhi komunitas ojek online yang akhirnya bisa bersebrangan dengan komunitas lain, bisa saja terjadi kesalah pahaman dan terjadi perdebatan,” ungkapnya.
Oleh sebab itulah jajaran forkopimda Probolinggo ini mengambil tindakan selangkah lebih maju, untuk mengantisipasi hal – hal serupa dan terciptanya pemilu damai. (Sty/ono)






