MEMOX.CO.ID – Ramainya kasus jajanan dengan mengunakan liquid nitrogen (ciki ngebul) membuat Pemkot Batu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Diskoumdag) turun lapangan untuk melakukan sosialisasi bahaya jajanan tersebut. Hal itu membuat pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di berbagai destinasi wisata memahami dan tidak menjual jajanan dengan bahan yang dianggap kurang lazim tersebut.
Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Batu dr. Icang Saradzin menegaskan saat ini sudah tidak ada lagi PKL yang menjual ciki ngebul tersebut. “Ada empat penjual disini (Batu.). Dua pedagang di Alun-alun Batu, satu pedagang di Jatim Park 1, dan satu pedagang di Selecta. Mereka sudah kami himbau dan kami sosialisasi dan ternyata bisa memahami,” katanya pada Kamis (19/1/2023).
Ia juga mengaku Dinkes sendiri saat melakukan sosialisasi juga dibantu oleh Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) selain dengan Diskoumdag. Sehingga pemaparan terhadap pedagang cenderung berjalan lancar karena pedagang juga mengaku telah mengetahui kasus anak yang keracunan ciki ngebul tersebut sehingga saat ini dipastikan tidak ada lagi PKL yang berjualan jajanan itu.
Lebih lanjut, Icang juga mengatakan untuk pedagang yang berjualan di empat titik tersebut diantaranya warga Kota Batu sendiri dan sebagian warga dari Mojokerto. Dirinya juga menekankan hingga saat ini belum adal kasus keracunan ciki ngebul di Kota Batu.
“Sosialisasi ini dilakukan berdasarkan dari Kementerian Kesehatan yang merilis Surat Edaran No. KL. 02.02/C/90/2023 pada 6 Januari 2023 tentang Pengawasan terhadap Penggunaan Nitrogen Cair pada Produk Pangan Siap Saji. Soalnya liquid nitrogen ini cukup berbahaya, terlebih apabila terdapat asap saat di sekitar ada orang yang tengah merokok maka ada potensi tersambar gas tersebut,” tutupnya. (rul/red)
