Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan Jadi Komitmen Bersama

Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan Jadi Komitmen Bersama
Komitmen bersama mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan di Kota Probolinggo. (foto:huda)

MEMOX.CO.ID – Kekerasan terhadap perempuan baik secara fisik, psikis maupun kekerasan sosial memberikan dampak negatif. Untuk itu diperlukan komitmen bersama mencegah terjadinya kekerasan itu.

“Intinya bagaimana komitmen kita bersama untuk memastikan bahwa kekerasan terhadap perempuan di wilayah kita bisa diminimalisir dan dicegah,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pengarusutamaan Hak Anak Dinsos PPPA Mirna Susanti, dalam Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Studi Kasus, Rabu (27/09/2023).

Mirna Susanti mengatakan, perlindungan terhadap perempuan masih menjadi tantangan. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sebanyak 25.050 perempuan menjadi korban kekerasan di Indonesia sepanjang tahun 2022.

“Jumlah itu naik 15,2 persen dari tahun sebelumnya,”tandasnya.

Sementara, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Surya Darmawati mengatakan, masih ada anggapan di masyarakat bahwa perempuan lebih lemah dibandingkan laki-laki.  Pandangan ini mengakibatkan timbulnya berbagai macam kasus kekerasan pada perempuan. Sehingga diperlukan keterlibatan semua unsur masyarakat guna memberikan perlindungan bagi perempuan.

“Kita harus melakukan pencegahan dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan melibatkan semua unsur masyarakat, agar Kota Probolinggo dapat memberikan perlindungan yang maksimal bagi perempuan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Andri Purwo Hartono. Ia mengatakan,  pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak memerlukan penanganan yang tepat dan melibatkan berbagai lembaga dan juga partisipasi masyarakat.

“Pencegahannya perlu melibatkan berbagai lembaga dan partisiapasi masyarakat secara kontinue dan berkelanjutan,” pintanya.