Indeks

Cegah Kekerasan di Sekolah, Guru Bimbingan Konseling Garda Terdepan

Cegah Kekerasan, Guru Bimbingan Konseling Garda Terdepan
BIMBINGAN: Sejumlah Guru Bimbingan Konseling dan kesiswaan mendapat wawasan pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak. (foto:hud)

Sejumlah program, lanjut Rey Suwigtya, telah dilaksanakan Dinsos PPPA untuk kepentingan perlindungan perempuan dan anak. Seperti, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) untuk membantu menangani masalah keluarga dan anak. Selain itu, berdiri UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, di jalan Basuki Rahmad.

Ada juga shelter untuk penanganan korban Napza, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P), dan Pos Curhat Ibu dan Anak (Poscinta).

Kerjasama dilakukan bersama TP PKK Kota Probolinggo membangun program Remaja Aminah pada 20 titik sekolah di wilayah Kota Probolinggo.

“Tahun depan  akan bersinambungan menyasar pondok pesantren. Ini adalah langkah-langkah untuk mencegah kekerasan terhadap ibu dan anak,” tuturnya.

Kedepannya, ada langkah kerjasama lintas sektoral seperti pihak kepolisian, Kodim 0820, Kejaksaan, Pengadilan Negeri sebagai Tim Satgas PPPA bisa mewujudkan Kota Probolinggo bebas kekerasan pada perempuan dan anak.

Sementara,  Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pengarusutamaan Hak Anak Mirna Susanti menjelaskan, inisiasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai peran serta masyarakat dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Diantaranya, meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan bagi masyarakat. Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membantu menegakkan komitmen perlindungan perempuan.

 “Fokus utamanya meningkatkan dan menambah wawasan masyarakat dalam rangka pencegahan pelanggaran hak asasi manusia khususnya perempuan dan anak,” pungkasnya. (hud/ono).

Exit mobile version