Butuh Komitmen Bersama, Alih Fungsi  Lahan Pertanian Kota Probolinggo Mengkhawatirkan

ANTUSIAS: Petani antusias mengikuti rembug tani se Kota Probolinggo antsipasi alih fungsi lahan pertanian. (foto:huda)

MEMOX.CO.ID – Kota Probolinggo memiliki pekerjaan rumah (PR) besar dalam menangani alih fungsi lahan pertanian yang makin mengkhawatirkan. Perlu keterlibatan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk berkomitmen bersama dalam menangani masalah itu.

Sektor pertanian mempunyai peran startegis. Bukan hanya sebagai penyedia pangan, bahan baku industri, bio energi, tapi juga penyerapan tenaga kerja hingga sumber pendapatan masyarakat dan pelestari lingkungan.

“Potensi besar wilayah pertanian masih dimiliki Kota Probolinggo, baik komoditas tanaman pangan maupun hortikultura. Total luas lahan mencapai 2.365 hektare pada tahun 2023. Yakni, 1.741,5 hektare sawah, sisanya 623,5 hektare tegal,” ujar Sekdakot drg.Ninik Ira Wibawati, dalam rembug tani se Kota Probolinggo, Kamis (31/08/2023).

Ninik Ira Wibawati tidak memungkiri, berbagai permasalahan pertanian seringkali tak bisa dihindari. Seperti, meningkatnya alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang belum optimal, sehingga dibutuhkan transfer ilmu dan teknologi lebih banyak lagi.

“Sarana dan prasarana pendukung pertanian yang belum mencukupi secara kualitas maupun kuantitas. Perubahan iklim juga berdampak, sehingga perlu SDM yang potensial agar mampu beradaptasi dengan lingkungan,”tandasnya.

Meresponnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP),  Aries Santoso mengatakan,  Kota Probolinggo sudah berdiri 70 kelompok tani dan  51 kelompok wanita tani. Mereka tersebar di lima kecamatan, sehingga berbagai pembinaan, pendampingan, dan pemberian bantuan sarpras produksi bagi poktan telah dilakukan.

“Berdirnya kelompok tani diharapkan hasil produksi pertanian terus meningkat. Apalagi dapat memperkuat ketahanan pangan dengan pemberian nilai tambah hasil produksi pertanian,”tuturnya.