Orang nomor satu di Pemkab Sidoarjo ini menangkap hikmah serta makna mendalam pada gelaran peringatan satu abad NU. Ia melihat antusiasme jamaah nahdliyin dari berbagai pelosok daerah di Indonesia, rela datang tanpa pamrih untuk ngalap berkah para kiai dan hormat pada para leluhur pendiri NU.
“Sikap fanatisme dan keikhlasan para nahdliyyin itu menjadi modal dasar untuk manut dawuh para kiai dengan ikhlas,” ungkap Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Senada, Rais Am PBNU KH Miftachul Achyar menegaskan dalam pidatonya, memasuki abad kedua nahdliyin harus memiliki karakter dan kepribadian yang kuat. Namun juga harus berpegang pada nilai-nilai keislaman yang moderat.
“Warga NU harus tetap bisa berbuat kebaikan, meski ada di dalam lingkungan yang dipenuhi kejahatan,” pungkas pengasuh ponpes Miftahus Sunnah, Surabaya ini. (par/wan)
