MEMOX.CO.ID – Kirab api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 tiba di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (23/6/2025) siang. Api yang sebelumnya dibawa dari Api Tak Kunjung Padam, Kabupaten Pamekasan, menuju Titik Nol Kilometer Surabaya, disambut meriah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
Di sana, api diterima langsung oleh Bupati Malang M Sanusi didampingi Wakil Bupati Malang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta jajaran Muspika Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Bupati Malang mengatakan bahwa, kirab api ini sebagai bentuk semangat baru dalam dunia olahraga. Karena selain mencetak prestasi dan kebugaran, olahraga juga bisa mengangkat ekonomi dibidang UMKM.
“Kegiatan ini membawa semangat baru di Kabupaten Malang. Pemkab Malang tentunya bangga dengan ditunjuk menjadi tuan rumah dalam ajang Porprov ini,” katanya.
Sesuai rute yang ditentukan, api akan diarak mengelilingi 13 kecamatan di Kabupaten Malang, kemudian diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.
Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Malang M Hidayat menambahkan, api ini tidak hanya diarak, ada beberapa tempat seperti Kecamatan Tumpang, Stadion Kanjuruhan Malang, akan dimeriahkan dengan pesta rakyat.
“Bahkan di desa-desa akan ada iring-iringan trail dan diserahkan oleh pelari,” katanya.
Tujuannya, lanjut Dayat, agar pekan olahraga tertinggi di Jawa Timur ini, bisa diketahui secara umum khususnya warga Kabupaten Malang yang menjadi tuan rumah dalam Porprov Jatim 2025.
Selain itu, ini diharapkan bisa mendongkrak ekonomi di tiap-tiap kecamatan yang disinggahi kirab api ini. Sebab, dalam setiap kecamatan, akan ada penyambutan yang spektakuler oleh mereka.
“Karena yang ikut kirab ini ada dari Polres Malang, OPD, Muspika yang mengiringi menggunakan Jeep dan sepeda motor,” pungkas Dayat.
Sebagai informasi, kirab api dimulai dari tanggal 23 Juni sampai 25 Juni 2025 di Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Setelah dari Kecamatan Lawang, api akan diarak menuju Singosari, kemudian Pakis, Tumpang, Poncokusumo, Wajak, Turen, Gondanglegi, Kepanjen, Pakisaji, Wagir, Dau dan Karangploso. (nif).






