MEMOX.CO.ID – Kendati kebakaran di Bromo sudah padam, tapi aktivitas wisata masih belum dibuka. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), masih belum mengumumkan kapan reaktivasi wisata itu. Para pelaku bisnis di kawasan tersebut akhirnya mencari kesibukan lain.
Pantauan di Cemoro Lawang, Sukapura atau pintu masuk Bromo di Probolinggo, suasana begitu sepi. Hanya satu dua warga lokal atau wisatawan. Padahal biasanya, banyak sekali lalu lalang wisatawan maupun warga di sini.
“Sepi mas, orderan sepi sejak awal September ini. Kami sopir jeep pada cari sampingan, ada yang ngarit (cari rumput),” kata Umam, salah satu pemilik armada jeep, Kamis (14/09/2023).
Padahal bulan September ini merupakan hari yang ditunggu. Karena di kalender luar negeri, masuk musim liburan. Terutama dari negara Thailand maupun Taiwan.
Suko, salah satu pemandu wisata lokal juga mengaku banyak nganggur.
“Ya bisanya cuma menunggu kebijakan dari pengelola (TNBTS). Semoga segera dibuka. Apalagi kalau sudah aman,” harap lelaki 50 tahun ini.
Imbas kebakaran lahan karena flare prewedding di Bukit Teletubies, aktivitas wisata Bromo mati suri. Warung-warung pun memilih tutup. Kalaupun ada yang buka, hanya sebagian kecil saja.
“Kami belum berani membuat menu lengkap pak, karena memang sepi. yang makan paling ya warga sekitar sama petugas saja,” kata Cucun, pemilik warung di Cemoro Lawang.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat terjadi selama sepekan terakhir. Kebakaran itu dipicu oleh flare prewedding pengunjung Bromo. (sty/ono)






