Jember, Memox.co.id – Bocah laki-laki berinisial MZR ditemukan tewas tenggelam di aliran Sungai Petung, Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kamis (27/5/2021) siang.
Bocah berumur 6 tahun itu ditemukan tewas dan proses evakuasi dilakukan oleh kakeknya sendiri. Karena saat dibantu mencari oleh warga tidak ditemukan. Jasad korban saat dievakuasi berada di dasar aliran sungai sedalam kurang lebih 2 meter.
“Korban ditemukan tenggelam karena dari informasi di lapangan saat itu sedang mandi bersama dua orang temannya, diduga karena tidak bisa berenang, korban tenggelam di bagian sungai yang dalam,” kata Kapolsek Panti, Iptu Lilik Sukoco saat dikonfirmasi melalui Ponselnya.
Diduga proses evakuasi korban yang terlalu lama, karena teman-teman korban masih mencari bantuan. Korban pun saat dievakuasi sudah dalam kondisi meninggal dunia. “Korban diduga berada di dalam air (tenggelam) lebih dari 5 menit,” katanya.
Namun demikian, lanjut Lilik, menurut pengakuan warga sekitar. Lokasi tempat tenggelamnya bocah malang itu dikenal angker.
“Kalau kata warga sih werit (angker) jadi tiap beberapa tahun sekali meminta korban. Tapi saat dievakuasi korban meninggal karena tenggelam, tidak ditemukan bekas-bekas luka atau penganiayaan,” katanya.
“Selain itu, saat proses pencarian korban, warga yang berusaha membantu tidak ada yang menemukan. Baru kemudian kakeknya sendiri yang mencari bernama Asmuni (44) yang bisa menemukan korban, yang saat itu (posisi jasad korban) berada di dasar sungai dengan kedalaman kurang lebih 1 – 2 meter,” ungkapnya.
Saat ini, lanjutnya, korban sudah dimakamkan secara layak setelah sebelumnya sempat mendapat pertolongan dari petugas medis puskesmas setempat.
“Tidak dilakukan visum karena pihak keluarga menolak dan menerima musibah ini sebagai kecelakaan ditegaskan dengan surat pernyataan dari keluarga. Korban pun setelah diperiksa kesehatannya dan dinyatakan meninggal, langsung dimakamkan oleh pihak keluarga,” pungkasnya
Terpisah salah seorang warga setempat Bukhori mengatakan, lokasi tempat tenggelamnya korban diakuinya angker. Bahkan warga meyakini jika sungai di lokasi tersebut selalu meminta tumbal.
“Saat itu tahunya mandi bersama dengan teman-temannya, korban belum sekolah karena masih umur 6 tahun. Perkiraan kejadian Pukul 10.30 WIB. Awal bermain di areal persawahan dekat rumah terus pergi ke sungai,” katanya. (ark/tog/mzm)






