Bondowoso, Memox.co.id – Perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meleset. Karena sampai saat ini hujan masih terus mengguyur Bondowoso. Padahal diprediksi hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada Januari dan Februari.
Dadan Kurniawan, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, mengatakan, memperkirakan musim hujan akan berlangsung hingga Bulan April dengan intensitas menengah. “BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap waspada bencana. Bencana yang sering terjadi di Bondowoso adalah banjir, tanah longsor dan angin kencang atau puting beliung,” ingatnya.
Daerah rawan banjir, lanjutnya, Kecamatan Bondowoso, Botolinggo, Cermee, Grujugan, Jambesari DS, Klabang, Prajekan, Sukosari, Tapen, Tegalampel, Tlogosari dan Wonosari.
Ditambahkan, yang sering terjadi banjir bandang ada di 5 Kecamatan, yaitu Kecamatan Botolinggo, Cermee, Ijen, Klabang, Prajekan dan Tapen. Warga harus tahu cara mengantisipasinya. Kawasan yang tanahnya sering bergerak dan longsor adalah Kecamatan Binakal, Botolinggo, Cermee, Grujugan, Ijen, Klabang, Maesan, Pakem, Sumber Wringin, Taman Krocok dan Tlogosari. “Sedangkan wilayah yang sering dilanda kekeringan Kecamatan Binakal, Botolinggo, Cermee, Curahdami, Grujugan, Ijen, Maesan, Pakem, Sukosari, Sumber Wringin, Tapen dan Tlogosari,” jelasnya.
Bencana kebakaran, lanjut mantan Sekretaris Diskoperindag ini, yang harus diwaspadai adalah Kecamatan Ijen. Sedangkan yang rawan gunung api meletus di Kecamatan Ijen, Sumberwringin, dan Tlogosari.
Ditambahkan, seluruh kecamatan di Bondowoso, rawan epidemi atau wabah penyakit dan rawan bencana puting beliung. Sementara, kawasan rawan bencana likuifaksi, Kecamatan Botolinggo, Cerme, Klabang, Prajekan, Tapen, dan Wonosari. (sam/mzm)






