Indeks

BK Sikapi Penggunaan Masker di Olahraga Gobak Sodor

Petugas saat membubarkan pertandingan Olahraga Gobak Sodor di Desa Lombok Kulon Kecamatan Wonosari. (sam)

Bondowoso Memox.co.id – Pro-kontra penggunaan masker dalam pertandingan Gobak Sodor menyasar petinggi politik. Kali ini yang bersuara lantang vokalis wakil rakyat Bambang Suwito Kupang yang lebih dikenal dengan panggilan BK.

Ketua Fraksi PDIP ini sangat heran pada pihak yang seakan memaksakan penggunaan masker pada pemain Gobak Sodar. Padahal pemain sepak bola tingkat internasional, tidak satupun yang menggunakan masker. “Apakah CoViD 19 hanya ada di Bondowoso, sehingga pemain olahraga Gobak Sodor harus menggunakan masker. Bagaimana dengan pertandingan Sepak Bola tingkat internasional,” tanya BK.

Bambang Suwito (sam)

Kalau penggunaan masker itu merupakan suatu kewajiban, lanjut BK, maka tidak boleh ada diskriminisi. Jangan hanya kewajiban itu diberlakukan pada warga Bondowoso saja.

Ditambahkan, lebih parah lagi, karena pemain Gobak Sodor tidak menggunakan masker, yang dinilai mengabaikan protokol kesehatan, lalu ada pihak yang meminta, pertandingan yang sudah diakui secara nasional ini ditiadakan.

Anis Sanjaya, Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Bondowoso juga tidak sepakat jika Gobak Sodor ditiadakan. Pasalnya, Gobak Sodor dari Kabupaten yang dikenal dengan kota tape ini sudah menuai berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Seharusnya, jika petugas membubarkaan pertandingan Gobak Sodor dilakukan secara resmi. “Kenyataannya, ketika petugas melakukan pembubaran pertandingan Gobak Sodor, tidak disertai dengan surat resmi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Corona,” kesalnya.

“Perlu saya ingatkan, khususnya pada petugas yang baru bertugas di Bondowoso, olahraga Gobak Sodor legal dan ada asosiasinya. Bondowoso sudah 3 kali meraih juara nasional,” imbuhnya. (sam/mzm)

Exit mobile version