Bondowoso, Memox.co.id – Ibu rumah tangga (IRT) dibikin ‘puyeng’ dengan melonjaknya harga minyak goreng curah. Karena minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap hari.
Salah seorang IRT, Ny. Sulastri Syamsul, Warga Desa Lombok Kulo,n Kecamatan Wonosari mengatakan, harga minyak goreng curah per liternya mencapai Rp 20.000,00. Naik sekitar Rp 5.000,00 dari harga biasanya.
“Biasanya harga minyak goreng curah antara Rp 14 hingga Rp 15.000,00/liter. Sekarang meningkat menjadi Rp 19 hingga Rp 20 ribu setiap liternya,” kata Lastri, sapaannya, Senin (8/11/2021).
Baca juga: Dijanjikan Jadi Honorer Kecamatan, Ibu Rumah Tangga di Bondowoso Mengaku Dipungli Rp 11 Juta
Lastri menambahkan, dengan melonjaknya harga minyak goreng curah, harus pandai-pandai mengatur keuangan. Sebab, jika membeli liter saja, sudah harus mengeluarkan budget Rp 40 ribu.
Melonjaknya harga minyak goreng curah, lanjutnya, sebelum Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) maulid N. Muhammad SAW. Tapi sampai sekarang, tidak ada tanda-tanda normal kembali.
Padahal berdasarkan Siskaperbapo (Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok) Jawa Timur, harga minyak curah di Bondowoso Rp 17.979,00 lebih mahal dari harga sebelumnya, Rp 17.684,00/liter.
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Totok Hariyanto mengatakan, kenaikan minyak curah terjadi secara merata di seluruh pasar di Bondowoso.
Baca juga: Dari Ratusan Pemdes di Kabupaten Bondowoso Baru Dua Desa yang Menggunakan Aplikasi Simdes
“Kenaikan harga minyak terjadi di seluruh Indonesia. Dalam minggu-minggu ini memang ada kecenderungan naik,” kata Totok melalui telepon selulernya.
Totok berjanji akan melakukan koordinasi dengan Bulog untuk melakukan Operasi Pasar di sejumlah titik. Agar harga minyak goreng curah bisa dikendalikan. Sehingga bisa normal kembali. (sam/mzm)
