“Untuk memaksimalkan transaksi E-katalog oleh OPD di Pemkot Batu kami telah menerapkan reward dan punishment bagi OPD seperti yang telah dilakukan oleh Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Kota Batu. Kami telah memberikan reward bagi OPD dengan penilaian indeks seperti belanja tinggi hingga akses ke E-katalog. Sebaliknya kami juga memberikan punishment bagi OPD yang belanjanya rendah atau yang tidak menggunakan E-katalog produk lokal,” tegasnya.
Selain OPD Kota Batu, Aries juga mendorong agar penggunaan dan pembelian produk lokal dilakukan oleh pelaku usaha hotel, resto hingga wisata di Kota Batu. Penggunaan produk lokal oleh anggota PHRI Kota Batu diharapkan mampu memberikan sumbangsih nyata dalam menggerakkan perekonomian pelaku UKM di Kota Batu.
Baca juga: Tempat Pembuangan Sampah 3R Pasar Among Tani Segera Dikerjakan
Sementara, Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Kota Batu Dian Fachroni menjelaskan secara nasional di tahun 2023 ini LKPP Pemerintah Indonesia menargetkan transaksi Rp 500 triliun di E-katalog pada 2023 dengan 5 juta produk. “Untuk Kota Batu sendiri menargetkan 2.500 produk lokal bisa tayang di E-katalog dari total target belanja untuk katalog lokal melalui E-purchasing sebesar Rp 105 miliar dan pada tahun ini total paket pengadaan barang dan jasa seluruh OPD mencapai 3.279 paket, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 1454 paket,” paparnya.
Kemudian untuk memenuhi target 2.500 produk lokal untuk tayang pihaknya telah mengundang 60 pelaku UMK di Kota Batu, menurutnya permasalahan yang terjadi selama ini permintaan belanja cukup besar namun jasa dan barang yang masuk ke e-katalog sangat sedikit sehingga pihaknya akan terus mengundang pelaku UMKM agar di Kota Batu agar mendaftar E-katalog. Mengingat dari target sebelumnya, per triwulan III untuk jumlah produk lokal yang sudah tayang mencapai 10.067 atau melebihi target yang terbagi atas 27 etalase dengan nilai mencapai Rp 26 miliar dari total 2.626 transaksi. (rul)
