Hukum  

Baurkan Diri di Tengah Tokoh Pemuda, Kapolres Malang Ajak Perkuat Jiwa Nasionalisme

NARASUMBER: Kapolres Malang AKBP Ferli saat sebagai narasumber dalam kegiatan diprakarsai oleh GP Ansor.

Presisi Kebangsaan untuk Kabupaten Malang Bersama GP Ansor

Malang, Memox.co.id – Dalam rangka meningkatkan jiwa nasionalisme dan kebhinnekaan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat, S.I.K baurkan diri di tengah-tengah generasi muda yang tergabung dalam suatu organisasi kepemudaan dalam acara Presisi Kebangsaan untuk Kabupaten Malang.

Kegiatan yang dilaksanakan di Esto Cafe, Krebet, Bululawang ini diprakarsai oleh Gerakan Pemuda Anshor (GP Ansor) Kabupaten Malang, yang juga mengundang tokoh-tokoh pemuda lainnya yang ada di Kabupaten Malang, Sabtu (12/03/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua GP Anshor Kabupaten Malang, Fatkhurrozi, Ketua Pemuda Muhammadiyah kabupaten Malang, Juma’in, Ketua GP Anshor Jatim, Habib Mahdi, Ketua MPC Pemuda Pancasila, Priyo Sudibyo.

Termasuk Ketua GM FKPPI Kabupaten Malang, Wahyudi, Sekertaris KNPI, Faiz Wildan, Ketua Duta Pancasila, Bilqis, Ketua Pagar Nusa, Ridwan, dan beberapa tokoh dari organisasi pemuda yang ada di Kabupaten Malang lainnya.

DI TENGAH: Kapolres Malang AKBP Ferli saat menghadiri acara Presisi Kebangsaan untuk Kabupaten Malang.

Dihadapan tokoh pemuda ini Kapolres Malang AKBP Ferli menyampaikan beberapa poin penting antara lain keberadaan anggota kepolisian Polres Malang yang selalu memerlukan dukungan dan kerjasama dalam menjaga setuasi Kamtibmas wilayah Kabupaten Malang senantiasa kondusif perlu peran serta dari seluruh elemen kemasyarakatan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri, maka dari itu dengan banyaknya organisasi masyarakat khususnya organisasi pemuda menjadi sumber motivasi kami dalam menjaga keamanan Kabupaten Malang,” ungkap AKBP Ferli.

Ditegaskan olehnya, perbedaan itu pasti ada di setiap lini kehidupan. “Kalau perbedaan itu terus-menerus diangkat, apalagi di media sosial, maka akan cepat perpecahan itu terjadi. Oleh karena itu mari kita perkuat jiwa nasionalisme, kebhinnekaan harus disikapi dengan bijak,” terangnya. (fik)