Budidaya ikan lele ini dipilih karena ikan lele merupakan jenis ikan konsumsi yang memiliki potensi budidaya yang tinggi dengan kandungan protein ikan lele yang tergolong bagus yaitu 19,09%. Selain itu, ikan lele juga sangat mudah dibudidayakan dan ditemui di pasaran.
“Faktor penentu keberhasilan utama dari budidaya ikan yaitu pakan. Maka, di program ini, kami juga melakukan pelatihan untuk memberikan pakan alami berupa kutu air (daphnia sp.) dan cacing sutera (tubifex sp.) yang memiliki nilai nutrisi yang tinggi. Dengan pemberian pakan alami, biayayang dikeluarkan juga dapat ditekan,” jelas Putri.
Mereka menambahkan teknologi Resirkulasi Akuakultur Sistem (RAS) yang memiliki keunggulan untuk memanfaatkan sistem sirkulasi air kolam. Yakni dengan menggunakan kembali air sebagai budidaya habitat air, sehingga dapat mengurangi penggunaan air dari luar sistem.
“Alhamdulillah, program kami juga mendapatkan pendanaan dari pemerintah. Kami juga menyediakan buku perikanan agar mereka bisa terus belajar,” tegasnya. Di sisi lain, petugas lapas maupun para warga binaan mengapresiasi dan bersemangat untuk mengikut serangkaian aktivitas yang ada. Mereka menilai, program seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah skill dan alternatif pekerjaan saat nanti bebas. Jadi tidak hanya bergantung pada pekerjaan yang lain. (*/man)






