MEMOX.CO.ID – Banjir melanda warga di 34 rukun tetangga (RT) di Jakarta, mencakup beberapa wilayah seperti Pejaten Timur, Pasar Minggu, dan Cililitan. Banjir semakin meluas akibat curah hujan tinggi serta luapan sungai, dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter di beberapa lokasi. Genangan mulai terpantau sejak malam sebelumnya dan terus meningkat hingga Selasa (18/3) pukul 10.00 WIB. Daerah yang mengalami banjir terparah berada di Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur, serta beberapa titik lain yang terdampak luapan Kali Ciliwung, Kali Angke, dan Kali Sunter. Hujan deras yang turun semalaman menyebabkan debit air di beberapa sungai meningkat hingga meluap, mengakibatkan genangan di berbagai kawasan. BPBD DKI Jakarta terus melakukan pemantauan, mengevakuasi warga terdampak, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyediakan bantuan dan mengoperasikan pompa air guna mempercepat surutnya banjir.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi data terbaru tersebut. “BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 34 RT,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait guna menangani dampak banjir, termasuk evakuasi warga di daerah yang paling parah terdampak.
Sejumlah wilayah yang mengalami genangan antara lain kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, akibat meluapnya Sungai Ciliwung. Selain itu, Kali Angke dan Kali Sunter juga meluap, memperburuk kondisi di beberapa titik lain di Jakarta. Di beberapa lokasi, ketinggian air bervariasi, dengan yang tertinggi tercatat di Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur, mencapai 2,5 meter.
Akibat banjir ini, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Beberapa jalan utama pun terendam, menyebabkan kemacetan dan menghambat aktivitas masyarakat. BPBD telah mengerahkan petugas untuk mengevakuasi warga yang terdampak serta menyediakan bantuan darurat. Selain itu, dinas terkait juga telah menyiapkan pompa air untuk mempercepat penyusutan genangan.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru terkait kondisi cuaca serta potensi banjir. Warga di daerah rawan diminta untuk bersiap melakukan evakuasi jika kondisi semakin memburuk. Upaya mitigasi terus dilakukan, termasuk pemantauan debit air sungai dan peringatan dini bagi warga yang tinggal di daerah bantaran sungai. (ume/cdp).






