Banjir di Mojosari Mojokerto Belum Surut, Aktivitas Warga Lumpuh

RENDAM: Banjir merendam Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari yang hingga kini masih surut

MEMOX.CO.ID – Akibat curah hujan yang begitu tinggi mengakibatkan banjir merendam Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto hingga siang ini tampak banjir masih belum surut, Jumat (10/02/2023).

Dari pantauan di lokasi banjir memendam jalan poros desa dengan ketinggian bervariasi antara 30 sentimeter hingga setinggi pinggang dewasa.

Dampak banjir juga merendam puluhan hektare areal persawahan di desa tersebut. Aktivitas warga lumpuh total akibat terdampak banjir.

Salah satu warga setempat, M.Budi (52), mengaku banjir akibat luapan sungai masuk ke perkampungan Dusun Gembongan, Desa Jotangan pada Kamis (10/2) sekitar pukul 23.00 WIB.

Paling parah ketinggian banjir hingga pinggang orang dewasa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini.

“Banjir dari sungai Tambak Agung di sebelah barat desa karena tanggulnya jebol sehingga air-nya masuk ke pemukiman,” jelasnya

Menurut dia, kawasan Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari sering menjadi langganan banjir setiap kali musim hujan. Kondisi ini diperparah tanggul jebol.

“Sering banjir apalagi kalau tanggul jebol pasti Jotangan banjir dampaknya selalu kesini, kan kasihan warga banjir-nya sampai merendam persawahan,” ungkapnya.

Ia mengaku dampak banjir menganggu aktivitas warga setempat tidak bisa bekerja apalagi petani sawah-nya terendam banjir.”Ya nggak bisa kerja banjir begini sangat terganggu,” bebernya.

Dia berharap Pemerintah Daerah dapat segera memperbaiki tanggul sungai yang jebol menjadi pemicu banjir.

“Kalau bisa tanggul jebol itu segera diperbaiki agar air luberan sungai tidak kesini jadi pemicu banjir,” ucap Budi.

Sesuai data yang diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto banjir juga terjadi di sejumlah wilayah di antaranya Kecamatan Kutorejo, Pungging, dan Mojosari. (*)