Hukum  

Babinsa Posramil 0818/02 Junrejo Dukung Pemuda Desa Inisiasi Pondok Belajar

INOVATIF: Pondok Belajar berbasis online ‘Lentera Ceria’ yang terletak di RW 01 RW 02 Dusun Junwatu.

Berbasis Online Permudah Pelajar untuk Belajar dari Rumah

Kota Batu, Memox.co.id – Sejumlah pemuda dan orang tua murid di Desa Junrejo Kec.Junrejo Kota Batu bersama-sama menggagas berdirinya kelompok belajar berbasis online atau dalam jaringan (Daring) yang dinamakan Pondok Belajar ‘Lentera Ceria’ yang terletak di RW 01 RW 02 Dusun Junwatu, Desa Junrejo Kec. Junrejo Kota Batu. Kamis (06/08/2020).

Berangkat dari kondisi pandemi Covid-19 yang memaksa pelajar untuk belajar dari rumah karena harus mengikuti anjuran pemerintah dan juga beberapa permasalahan terkait orang tua yang resah dengan perangkat internet.

Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal Hasan yang di Dampingi Babinsa Posramil 0818/02 Kec.Junrejo Serka Budi mengatakan bahwa pendirian kelompok belajar daring tersebut, merupakan inisiatif para pemuda dan orang tua yang resah dengan internet maupun perangkat.

“Penggagas Pondok Belajar Lentera Ceria murni dari pemuda dan wali murid sekitar yang disharingkan dengan kita, akhirnya berjalan,” ujar Kades yang biasa disapa pak Faizal pada Selasa (28/07/2020).

Lebih lanjut, katanya, munculnya Pondok Belajar ini dilatarbelakangi kondisi pandemi Covid-19 yang mengubah banyak hal. “Salah satunya pada dunia pendidikan yang mengubah cara belajar mengajar pada semua siswa,” ungkapnya.

Sementara itu, katanya dengan munculnya persoalan baru berkaitan metode pembelajaran, antara lain anak didik dipaksa belajar secara mandiri. Ia mengatakan tidak mudah, karena anak didik terbiasa dengan sistem pembelajaran dengan arahan dan tatap muka secara langsung. Dan menganggap kondisi ini seperti liburan saja, yang tidak harus serius dalam belajar.

“Kedua, belajar secara online mau tidak mau membutuhkan minimal perangkat android dan internet. Bagi yang tidak memiliki android harus cari pinjaman tetangga, sedangkan bagi orang tua ada tambahan biaya dalam belanja kuota internet anaknya,” tambahnya.

Sedang yang ketiga, adalah keterbatasan kemampuan orang tua dalam membimbing anaknya dalam metode pembelajaran zaman sekarang. “ Dari sinilah, muncul ide-ide luar biasa dari pemuda dan orang-orang kampung yang memiliki kepedulian pada urusan pendidikan, kondisi inilah yang melatarbelakangi pendirian pondok belajar,” tandasnya.

Selain itu, sekelompok orang yang peduli kondisi tersebut, sharing dengan dirinya soal gagasan pendirian pondok belajar, dengan penyediaan sarana prasarana internet. “Alhamdulilah, gayung bersambut, semua kemudahan kita dapatkan, lahan diijinkan pakai yang merupakan milik pengusaha yang ada di Junrejo,” tutur Kades. (fik)