Indeks

ASN Pemprov Jatim Tulis Buku ke 4 Tentang Pencegahan Radikalisme

Penulis: Dr. Rita Kartina, SH, MH, M.AP (Kasi Pembayaran dan Penagihan UPT PPD Surabaya Utara Bapenda Prov Jawa Timur)

MEMOX.CO.ID – Maraknya aksi terorisme di Indonesia memunculkan berbagai fakta mengenai keterlibatan kaum perempuan sebagai aksi terorisme. Oleh karena itu perempuan sebagai bagian dari masyarakat harus dapat menjadi contoh praktik moderasi beragama.

Seperti yang ditulis dalam buku keempat Dr. Rita Kartina, SH, MH, M.AP (Kasi Pembayaran dan Penagihan UPT PPD Surabaya Utara Bapenda Prov Jawa Timur) tentang Pencegahan Radikalisme, Jum’at (31/03/2023).

Dalam bukunya yang berjudul Feminisme Kontra Radikalisme wanita yang juga seorang anggota Bhayangkari ini memandang kalau Perempuan sebagai Ibu berperan dalam menanamkan good values bagi anak-anaknya terutama dalam pendidikan usia dini seperti “love and respect others” menjadi persyaratan yang tidak bisa dinegosiasikan sebagai jalan mencapai kondisi peaceful.

Menanamkan good value di hati anak-anak diharapkan menjadi karakter hingga mereka dewasa dan bisa dibawa dalam kehidupan bermasyarakat. Tentu saja ini bukan suatu pekerjaan sehari atau sebukan tetapi harus terus berkesinambungan.

Kontra Radikalisasi merupakan program yang dirancang untuk mencegah Ideologi yang berkembang berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahub 2018 Kontra Radikalisasi adalah suatu proses yang terencana, terpadu, sistematis dan berkesinambungan yang dilaksanakan terhadap orang atau kelompok orang yang rentan terpapar paham radikal terorisme yang dimaksudkan untuk menghentikan penyebaran paham radikal terorisme.

Tugas serta tanggung jawab dalam pemberantasan radikalisme dan terorisme tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah saja, namun juga menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Partisipasi masyarakat untuk saat ini dalam mengisi dunia maya dengan konten positif ataupun kontra radikalisme masih sangat dibutuhkan. Dalam menanggulangi propaganda radikalisme dan terorisme melalui media internet, sangat dibutuhkan peran dari berbagai kalangan baik itu tokoh ulama, tokoh pendidikan, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan lain-lain.

Semoga Buku ini memberi manfaat yang luas bagi seluruh pembaca khususnya para ASN, Perempuan/Ibu, Anggota Bhayangkari, pihak yang berkepentingan serta warga masyarakat Indonesia pada umumnya. (*)

Exit mobile version