Antusiasme Puluhan Peserta Didik Ikuti Sosialisasi BNN Tulungagung-Diklat Jurnalistik

Suasana antusias anak bertanya kepada Kepala BNN Tulungagung. (memox/jaz)

MEMOX.CO.ID – Raut sumringah tampak dari puluhan peserta didik SMPN 1 Bandung Kabupaten Tulungagung. Mereka antusias mendengarkan pemaparan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Tulungagung dengan materi kampanye anti narkoba.

Kepala BNN Kabupaten Tulungagung, Rose Iprtriwulandhani mengatakan Sosialisasi Kampanye Anti Narkoba dan Diklat Jurnalistik merupakan salah satu bentuk kerjasama sinergitas dan kolaborasi antara BNN Tulungagung bersama media Harian Pagi Memo X.

Dikemas melalui kegiatan kampanye anti narkoba sekalian ada diklat jurnalistik. Pihaknya mengkampanyekan anti narkoba ke anak-anak sekolah. Sebagai bentuk hal yang positif, karena bagaimana pun mengkampanyekan selalu ke generasi dini anak-anal sekolah.

“Antusiasmenya luar biasa, mereka dari tadi pagi sampai siang masih mengikuti secara enjoy. Terbukti banyak pertanyaan-pertanyaan yang mereka utarakan,” ungkap Rose di halaman SMPN 1 Bandung, Rabu (25/10/2023).

Rose yang asli Kota Batu ini menambahkan bahwa sekaligus mengemas untuk Diklat Jurnalistik mengingat ilmu tersebut sangat penting. Apalagi zaman digitalisasi ini yang mana anak dengan dunia sosmed segala macam kota berikan bimbingan kita berikan skill jurnalistik sebagaimana menulis dengan baik.

“Sehingga memberikan dampak bagi anak-anak,” bebernya.

Ia berharap mudah-mudahan kegiatan yang positif ini bisa dilaksanakan di setiap sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Tulungagung. Tidak lain dalam rangka mengikat daya tangkal daya tolak yang kuat ke anak anak agar terhindar dari pengaruh yang negatif.

“Kita memberikan sosialisasi dengan sejak dini bahaya nya rokok, karena termasuk zat aditif yang juga bisa dikatakan rokok ini adalah pintu gerbangnya menuju narkotika,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahandi Puspita menjelaskan peserta didik adalah generasi penerus bangsa dan aset bangsa yang nanti akan bisa menggantikan posisi strategis tokoh saat ini.

Dengan adanya sosialisasi dari BNN sekaligus Diklat Jurnalistik sebagai bentuk benteng peserta didik dari dalam diri. Minimal tidak terpengaruh oleh lingkungan negatif yang membawa dampak buruk.

“Kenapa diberikan ilmu ini, supaya kalian secara kompetensi meningkat, terkait jurnalistik akan bisa memilah memilah kenyataan di lapangan,” ujar Rahandi.

Beliau juga berpesan kepada puluhan anak-anak supaya bisa menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada teman yang lain. Selain itu, ilmu jurnalistik dan sosialisasi BNN juga harus diimbangi dengan agama yang kuat.

“Karena ilmu ini ketika tidak dibarengi iman dan ilmu agama yang betul-betul kuat, ini bisa melenceng,” tutupnya. (jaz/and/red)