Aminah Hadi Inginkan Program Aku Hatinya PKK Bermanfaat

Aminah Hadi Inginkan Program Aku Hatinya PKK Bermanfaat
MOTIVASI: Keseriusan Aminah Hadi memotivasi program ‘aku hatinya PKK’ bermanfaat bagi warga masyarakat sekitar. (foto:hud)

MEMOX.CO.ID – Ketua TP PKK Kota Probolinggo Aminah Hadi Zainal Abidin kembali turun langsung melihat salah satu program Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Aku Hatinya PKK) di 6 kelurahan wilayah Kecamatan Kanigaran, Selasa (17/10/2023).  Enam kelurahan yang mendapat perhatian, yakni Kelurahan Tisnonegaran, Kanigaran, Kebonsari Wetan, Kebonsari Kulon, Sukoharjo, dan Curahgrinting.

Saat meninjau lokasi, Aminah Hadi menyapa dengan hangat para kader PKK selaku motor penggerak pemberdayaan masyarakat. Bahkan, mengapresiasi kinerja kader yang maksimal dalam mewujudkan program-program selaku mitra kerja Pemerintah Kota Probolinggo.

Apalagi PKK memiliki peran yang strategis dalam memberdayakan masyarakat sehingga implementasinya perlu dimonitoring. Dengan melihat langsung, bisa mengetahui tantangan dan kendala yang dihadapi kader agar manfaat  dapat dirasakan oleh masyarakat.

 “Alhamdulillah, sangat memuaskan karena banyak kader kreatif. Seperti edukasi untuk anak-anak, ada beberapa pot tanaman dari hasil daur ulang, dan inovasi membuat pupuk sendiri. Saya harapkan bisa ditiru oleh kelurahan-kelurahan lain, karena pastinya akan lebih ekonomis,” tandasnya.

Ia berpesan agar para kader PKK di kelurahan terus bergerak dan menjadi garda terdepan dalam membangun keluarga sejahtera, dan ketahanan pangan.

“Saya ingin kader lebih bersemangat dalam mempercantik taman hatinya PKK supaya bisa bermanfaat untuk masyarakat. Manfaatkan lahan-lahan kosong yang ada di sekitarnya supaya hasilnya lebih banyak dan bermanfaat bagi orang banyak,” pesan Aminah Hadi.

Meresponnya, Ketua TP PKK Kelurahan Curahgrinting Riang Dwi Purwitasari mengatakan pihaknya memiliki beberapa inovasi, di antaranya inovasi pembuatan pupuk kompos padat dan pupuk organik cair (POC) serta pestisida.

Selain itu, Pokja memiliki beberapa inovasi. Bukan hanya proses penanaman dan pembagian saja yang dilakukan tetapi bagaimana bisa berdaya hingga mandiri untuk mengelola taman tersebut.

“Mulai dari membuat kompos, pestisida sudah dilakukan. Harapannya, selain meminimalisir pengeluaran, semoga bisa getok tular ke yang lainnya,” tuturnya.